JABAR EKSPRES – Anggota Komisi V DPRD Jabar Nisya Ahmad mendorong percepatan pembangunan sekolah di Jawa Barat. Itu juga disampaikan langsung pada Gubernur Jabar Terpilih Dedi Mulyadi.
Gagasan itu disampaikan Nisya Ahmad saat silaturahmi ke Lembur Pakuan Subang beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, mereka membahas berbagai isu strategis. Salah satunya terkait kondisi sekolah-sekolah di Jawa Barat yang belum memiliki gedung sendiri.
Politikus PAN itu prihatin terhadap masih banyaknya sekolah yang beroperasi tanpa gedung permanen. Menurutnya, kondisi ini tidak hanya menghambat proses belajar-mengajar, tetapi juga berdampak pada kualitas pendidikan di Jawa Barat secara keseluruhan.
Baca Juga:Gelar Aksi di Depan Kejati Jabar, Ratusan Masyarakat Minta Usut Kasus IniPGN Dukung Perajin Sulaman Tradisional Ekspansi Pasar di Inacraft 2025
“Miris melihatnya. Ini adalah tantangan besar yang harus segera diselesaikan. Kita tidak boleh membiarkan anak-anak Jawa Barat belajar dalam keterbatasan,” terangnya.
Ia menekankan bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai menjadi kunci utama dalam mencetak generasi unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah provinsi agar segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Caranya melalui percepatan pembangunan sekolah, maupun pengalokasian anggaran yang lebih besar untuk pendidikan. Termasuk melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Nisya berharap pendidikan jadi salah satu prioritas Gubernur Terpilih Dedi Mulyadi. Ia optimistis, dengan kepemimpinan Kang Dedi yang dikenal dekat dengan masyarakat serta memiliki perhatian besar terhadap pembangunan daerah, berbagai permasalahan pendidikan dapat dituntaskan dengan lebih cepat dan efektif.
“Kami percaya Kang Dedi memiliki komitmen yang kuat untuk membangun Jawa Barat, termasuk dalam sektor pendidikan. Kami di DPRD akan terus mengawal dan mendukung setiap kebijakan yang berpihak pada kemajuan pendidikan,” sambungnya.
Nisya berharap, dengan kerja sama yang solid antara semua pihak, permasalahan infrastruktur sekolah bisa segera teratasi, sehingga anak-anak di Jawa Barat dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Silaturahmi itu tidak hanya menjadi ajang diskusi, tetapi juga bentuk sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat Jawa Barat. (son)
