JABAR EKSPRES – Skema pembiayaan program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto saat ini masih dalam tahap pembahasan. Hal itu disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.
Sebelumnya, menteri yang akrab disapa Ara itu berencana menemui Bank Indonesia (BI) untuk membahas hal tersebut. “Kami juga akan bertemu besok (Senin), saya biasa terbuka semuanya,” kata dia, dikutip Rabu (12/2).
“Mohon doanya teman-teman ya dan nanti Pak Erick bisa juga mimpin kalau boleh nanti ada format pemikiran dari BUMN tentunya, dari segi likiditas ini bagaimana, tentu harus legal, tentu juga bagaimana bisa bersaing dananya dan bisa menggerakkan sektor perumahan,” papar Ara.
Baca Juga:Kementerian ESDM Dirombak, Buntut Polemik Gas Melon?Walhi Jabar: KLHK Harus Adil Tangani Sampah, Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas
Untuk diketahui, BI menyampaikan telah menyiapkan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) guna mendukung program 3 juta rumah. Deputi Gubernur BI Juda Agung mengatakan, langkah itu dilakukan guna mendorong penyaluran kredit di sektor perumahan rakyat.
Nantinya, KLM tersebut akan diberikan berupa insentif untuk perbankan yang aktif menyalurkan kredit di sektor properti. Bahkan, Juda juga memastikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk meningkatkan KLM tersebut.
