JABAR EKSPRES – Program penunjang kesehatan masyarakat, yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG) sudah mulai dijalankan sejak Senin (10/2) kemarin. Selain program Makan Siang Gratis (MBG), CKG diharapkan dapat memperkuat sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, setelah melakukan pengecekan pada pelaksanaan CKG di Puskesmas Wanakerta, Kecamatan Teluk Jambe, Kabupaten Karawang, Senin.
Selain itu, kata dia, program ini juga merupakan komitmen pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan secara merata kepada seluruh masyarakat.
Baca Juga:Tim Gabungan Gelar Razia Kendaraan di Kota Banjar, Satlantas Ingatkan Pengendara Lengkapi Surat-suratDitanya Soal Pagar Laut, Respons Menteri Kelautan Tuai Kecaman Warganet
Adapun untuk merealisasikan program CKG pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,7 triliun. CKG dilaksanakan berdasarkan siklus hidup masyarakat, dengan fokus utama pada tiga momentum pelaksanaan, yakni CKG ulang tahun, CKG sekolah, dan CKG khusus untuk ibu hamil dan balita.
CKG ulang tahun dimulai hari ini untuk anak usia 0-6 tahun serta masyarakat usia 18 tahun ke atas. Ia menekankan, masyarakat bisa mendapatkan layanan CKG ini dalam kurun waktu mulai dari hari ulang tahun + 30 hari di Puskesmas dan nantinya bisa diakses di klinik yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Sedangkan CKG sekolah akan dilaksanakan mulai Juli 2025, yang bertepatan dengan tahun ajaran baru. Pemeriksaan ini akan menyasar anak usia 7-17 tahun yang berada di sekolah-sekolah. “CKG khusus diperuntukkan bagi ibu hamil dan balita dengan lokasi pemeriksaan di Puskesmas dan Posyandu,” pungkas Hasan.
