Cara Dapatkan Cuan Dari Investasi Crypto

Cara Dapatkan Cuan Dari Investasi Crypto
Cara Dapatkan Cuan Dari Investasi Crypto
0 Komentar

Staking dapat dianggap sebagai alternatif dari mining dalam proof-of-work (PoW), di mana penambang memverifikasi transaksi melalui pemrosesan komputasi yang intensif. Dalam staking, pemilik aset tidak perlu menggunakan perangkat keras yang mahal.

Sebaliknya, mereka hanya perlu mempertaruhkan sejumlah cryptocurrency sebagai jaminan untuk membantu memverifikasi transaksi di blockchain.

Bagaimana Cara Kerja Staking Crypto?

Cara kerja staking crypto bervariasi tergantung pada jenis blockchain yang digunakan. Namun, secara umum, berikut adalah langkah-langkah dasar dalam staking crypto:

Baca Juga:Bagian dari Implementasi ESG, Telkom Salurkan Bantuan Sanitasi Air Bersih ke 232 Lokasi di Seluruh IndonesiaJadwal Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SPAN PTKIN 2025: Jadwal, Syarat, dan Proses Verifikasi

  • Memiliki Cryptocurrency yang Didukung oleh Staking

Tidak semua cryptocurrency mendukung staking. Hanya koin yang menggunakan algoritma proof-of-stake (PoS) yang memungkinkan pengguna untuk melakukan staking. Beberapa contoh koin yang mendukung staking adalah Ethereum (ETH) setelah transisi ke Ethereum 2.0, Cardano (ADA), dan Polkadot (DOT).

  • Menyiapkan Dompet atau Wallet

Untuk mulai staking, pengguna perlu memiliki dompet crypto yang mendukung staking. Dompet ini bisa berupa dompet perangkat lunak atau perangkat keras. Beberapa platform exchange seperti Binance dan Coinbase juga mendukung staking secara langsung di platform mereka, memudahkan pengguna untuk berpartisipasi tanpa memerlukan dompet eksternal.

  • Memilih Validator atau Delegator

Dalam beberapa jaringan, seperti Cosmos (ATOM) atau Tezos (XTZ), pengguna dapat memilih validator atau delegator yang akan bertanggung jawab untuk memverifikasi transaksi. Validator yang dipilih, baik secara otomatis maupun manual oleh pengguna, akan mendapatkan imbalan.

  • Mengunci Aset Setelah memilih validator

Pengguna akan mengunci sejumlah cryptocurrency mereka untuk periode waktu tertentu. Durasi ini bisa bervariasi, mulai dari beberapa hari hingga beberapa bulan, tergantung pada aturan blockchain yang diterapkan.

  • Menerima Reward

Setelah proses staking selesai, pengguna akan mendapatkan reward dalam bentuk cryptocurrency. Besaran reward ini bergantung pada jumlah aset yang di-stake dan lama waktu staking. Beberapa platform juga menawarkan annual percentage yield (APY) sebagai indikator potensi keuntungan dari staking.

Meskipun terdengar mudah dan menguntungkan, staking tidak bebas dari risiko. Mengingat harga crypto yang sangat fluktuatif, ada kemungkinan harga akan turun drastis. Jika ini terjadi, imbalan yang diperoleh mungkin tidak cukup untuk menutupi kerugian.

0 Komentar