Airdrop crypto melibatkan pengiriman koin gratis ke dompet anggota komunitas blockchain. Mata uang virtual baru akan dikirim kepada anggota setelah mereka melakukan tugas sederhana, seperti membagikan informasi tentang mata uang baru tersebut di media sosial atau terhubung dengan anggota lainnya.
- Diversifikasi Aset
Melalui diversifikasi aset crypto, kinerja dan risiko dapat lebih terukur. Membagi porsi crypto ke beberapa keranjang dapat mengurangi risiko kerugian. Sama halnya dengan investasi pada umumnya, pepatah ‘jangan taruh telur dalam satu keranjang’ juga berlaku saat berinvestasi di aset crypto.
Jika menempatkan seluruh modal pada satu aset, kerugian yang dialami bisa sangat besar ketika harga aset tersebut turun. Dengan menyebar modal ke beberapa aset crypto, jika satu aset berkinerja buruk, ada aset lain yang dapat membantu mengurangi total kerugian.
Baca Juga:Bagian dari Implementasi ESG, Telkom Salurkan Bantuan Sanitasi Air Bersih ke 232 Lokasi di Seluruh IndonesiaJadwal Pendaftaran KIP Kuliah Jalur SPAN PTKIN 2025: Jadwal, Syarat, dan Proses Verifikasi
Jumlah aset crypto yang dimiliki dan besaran porsi masing-masing harus disesuaikan dengan profil risiko investor. Misalnya, jika berprofil agresif dan mampu menoleransi risiko tinggi, maka bisa meningkatkan porsi aset crypto yang lebih berisiko.
Sebaliknya, jika berprofil konservatif dan tidak bisa menoleransi risiko besar, maka sebaiknya memperbanyak porsi aset crypto yang pergerakannya lebih stabil, seperti Bitcoin.
- Staking
Staking crypto adalah proses di mana investor menyimpan asetnya di dompet digital untuk mendukung validasi transaksi dalam jaringan proof-of-stake (PoS). Dalam staking, kamu tidak memerlukan perangkat tambahan seperti saat melakukan mining.
Secara sederhana, staking mirip dengan deposito, di mana aset yang dimiliki investor akan dikunci untuk jangka waktu tertentu. Namun, beberapa layanan staking memungkinkan pengguna untuk menarik dana mereka kapan saja.
Jika kamu tertarik untuk melakukan staking, penting untuk diingat bahwa hanya blockchain yang menggunakan mekanisme konsensus berbasis PoS yang menawarkan layanan ini, seperti Solana, Cardano, atau Cosmos.
Apa Itu Staking Crypto?
Dilansir dari moobe, Staking crypto adalah proses di mana pemilik cryptocurrency menyimpan atau mengunci aset mereka dalam sebuah dompet untuk mendukung operasi jaringan blockchain tertentu. Dalam konteks ini, mereka berpartisipasi dalam mekanisme proof-of-stake (PoS) atau varian lainnya seperti delegated proof-of-stake (DPoS). Sebagai imbalannya, mereka akan mendapatkan reward berupa token atau koin dari jaringan tersebut.
