Pertanian Kota Bandung Terdesak Beton, Ketahanan Pangan dalam Ancaman

Lahan pertanian di Kota Bandung mual sempit, Senin (10/2). Foto: Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres
Lahan pertanian di Kota Bandung mual sempit, Senin (10/2). Foto: Dimas Rachmatsyah/Jabar Ekspres
0 Komentar

Kota Bandung pun telah menetapkan 22 hektare sawah di Ujung Berung sebagai sawah abadi yang tidak boleh dialihfungsikan. Ini menjadi salah satu langkah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah gempuran urbanisasi.

“Petani di Ujung Berung, sekitar 90 orang, masih mengelola lahan sawah tersebut. Walaupun terbatas, kami tetap berupaya mempertahankan kualitas produksi, meski mereka lebih banyak berstatus sebagai buruh tani atau penggarap,” ungkapnya.

Kendati demikian, keberlanjutan sektor pertanian ini masih bergantung pada kebijakan yang mendukung. Gin Gin menegaskan pentingnya insentif dan jaminan harga yang layak bagi petani untuk menjaga stabilitas produksi pangan.

Baca Juga:Viral Lapang Upakarti Digunakan Masyarakat Meski Belum Rampung, Ini Kata Bupati BandungRapor Pendidikan Jeblok, Sekolah Non Formal di Kota Banjar Terima Catatan Buruk dari Kemendikbud

“Pemerintah harus memberi insentif yang cukup dan jaminan harga bagi petani. Rata-rata, satu kelompok petani bisa mengelola sekitar 6 hektare sawah. Jika itu terus dilakukan, meskipun dengan lahan terbatas, kualitas produksi tetap terjaga,” pungkasnya.

0 Komentar