Adiknya Jadi Korban Pembacokan, Ami Warga Kabupaten Bandung Cerita Perawatannya Tak Tercover BPJS

Ami Saepudin bersama Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono saat video call dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada Jumat Curhat yang dilaksanakan di Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (24/1). Foto Agi
Ami Saepudin bersama Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono saat video call dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna pada Jumat Curhat yang dilaksanakan di Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (24/1). Foto Agi
0 Komentar

Dirinya pun terbesit ingin mencari pelaku secara sendiri dan membalaskan dendam. Bahkan sempat timbul tidak percaya kepada aparat kepolisian.

“Saya sangat sedih selama enam bulan itu belum ada penyelesaian. Pasalnya kasus ini menjadi ganjalan di diri saya. Bahkan sempat timbul perasaan di diri saya tidak percaya sama polisi, kenapa selama enam bulan tidak tertangani,” katanya.

Namun berkat Kapolsek Katapang yang baru pelaku pun akhirnya bisa ditangkap.

Baca Juga:Kominfo Perkenalkan SAMAN: Solusi Baru untuk Lindungi Masyarakat dari Konten Ilegal di Dunia DigitalSusun 48 Program Prioritas di Musrenbang 2025, Kantor Pemerintah Baru di Bogor Timur Masih Jadi Cita-Cita

“Alhamdulillah sekarang pas Kapolsek Katapang yang baru Kompol Nasrudin. Nah dalam waktu dua minggu dapat pelakunya sama pak Kapolsek di Tambun Bekasi. Jadi saya ucapkan terimakasih kepada pak Kapolsek yang baru,” terangnya.

Tanggapi Curhatan Ami, Kapolresta Minta Pemda Solusikan BPJS untuk Korban Kekerasan

Sementara itu, menanggapi Curhatan Ami, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menjelaskan jika penangkapan pelaku memang membutuhkan waktu. Dan juga bukan berarti Kapolsek yang sebelumnya tidak mengerjakan laporan dari kasus Ami.

“Kadang-kadang kalau kita melapor ke polisi itu sebetulnya bukan gak dikerjakan. Karena kalau kapolsek sebelumnya gak kerja, pak kapolsek yang baru gak mungkin tiba-tiba langsung nangkep. Artinya yang sebelumnya juga sudah kerja, tapi masih proses. Jadi kadang pelaku ini jika sudah melakukan pasti berpindah-pindah tempat. Dikejar ke sana, lari, dikejar lagi, lari ke tempat lain,” ujarnya.

Terkait masalah BPJS, Aldi juga langsung merespon dengan menelepon Bupati Bandung Terpilih Dadang Supriatna untuk membantu menyelesaikan masalah tersebut.

“Masalah BPJS saya coba telepon pak Bupati dulu,” katanya.

Dalam percakapannya, Adi menyebut kepada Bupati jika ada salah satu warga dari keluarganya menjadi korban kejahatan mengalami luka berat akibat dibacok, pelaku pun sudah ditangkap.

Namun masalahnya bukan pembacokan, akan tetapi BPJS yang tidak bisa mengcover korban akibat penganiayaan.

Baca Juga:Menyambut Tahun Ular Kayu: Sebuah Perayaan Penuh Hikmah di Vihara Dharma RamsiDPRD Banjar Gelar Rapat Paripurna PAW Pengganti Sudarsono

“Pak Bupati punten ini ada yang curhat. Beliau keluarganya jadi korban kejahatan, di bacok luka berat. Kemudian pelakunya sudah ditangkap. Cuma masalahnya ketika berobat tidak bisa dicover BPJS. Karena katanya kalau korban bacok tidak tercover BPJS,” ujar Aldi saat video call dengan Bupati.

0 Komentar