Prof. Tatacipta Dirgantara Resmi Dilantik sebagai Rektor ITB Periode 2025-2030

Prof. Tatacipta Dirgantara Resmi Dilantik sebagai Rektor ITB Periode 2025-2030
Prof. Tatacipta Dirgantara Resmi Dilantik sebagai Rektor ITB Periode 2025-2030
0 Komentar

“ITB harus menjadi pelopor perubahan melalui pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, serta kewirausahaan dan inovasi multidisiplin yang memadukan humaniora, seni, sains, teknologi, dan bisnis,” ujarnya.

Prof. Satryo pun mengingatkan pentingnya empat panggilan ITB sebagai perguruan tinggi, antara lain memelopori pencerdasan bangsa, menjaga nilai-nilai kemanusiaan, berinovasi unggul, dan berkomitmen pada pengabdian yang berdampak nyata.

“Semoga ITB terus progresif dan menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan bangsa melalui solusi inovatif dan inklusif,” tuturnya.

Baca Juga:Kapan Dana Bantuan KLJ Rp900.000 Tahap 1 2025 Cair? Ini JadwalnyaDana Bansos BLT BBM 2025 Siap Disalurkan, ini Cara Mudah untuk Dapatkan Rp600.000

Adapun Prof. Tata dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan menegaskan komitmennya untuk membawa ITB menjadi Universitas Generasi Keempat yang terintegrasi dalam pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, dan inovasi multidisiplin.

“Kita harus siap menghadapi tantangan global seperti perubahan teknologi, energi bersih, kesehatan, dan keberlanjutan lingkungan melalui solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujarnya.

Prof. Tata memaparkan visi untuk membangun ekosistem akademik unggul dengan memanfaatkan riset cutting-edge, kemitraan strategis, dan kolaborasi multidisiplin.

“Saya yakin ITB mampu menjadi pelopor perubahan yang menghasilkan solusi holistik dengan memadukan humaniora, seni, sains, teknologi, dan bisnis,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan bahwa Dirinya yakin dan punya harapan bahwa ITB di bawah kepemimpinan Prof. Tata akan dapat menemukan bentuk terbaiknya.

“Saya meyakini bahwa visi besar yang ada di benak beliau menjadikan ITB sebagai perguruan tinggi kelas dunia bukanlah hanya isapan jempol belaka,” ujarnya.

Bey juga berhadap ITB dapat terus berkontribusi dan berkolaborasi untuk turut menyelesaikan persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, khususnya di Kota Bandung dan Jawa Barat.

Baca Juga:ASN Jakarta Boleh Poligami Asal Syarat ini TerpenuhiKDM Malu Ratusan Ribu Rumah di Jabar Belum Punya Listrik, Targetkan 2025 Seluruhnya Teraliri

Prof. Tatacipta Dirgantara merupakan lulusan dari ITB baik program sarjana (1988-1993) maupun program magister (1993-1995). Beliau kemudian melanjutkan pendidikan Doktor di Wessex Institute of Technology, Inggris (1995-1997) yang kemudian ditransfer ke Queen Mary University of London, Inggris (1997-2000). Prof. Tata juga melanjutkan pendidikan profesi insinyur di ITB pada 2019.

Sebelum menjadi Rektor ITB, Prof. Tatacipta menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) dan Ketua Kelompok Keahlian Mekanika Padatan dan Struktur Ringan. Selain itu, Prof Tata pernah berkarier di berbagai bidang lainnya sejak 1994, antara lain Wakil Direktur Hubungan Internasional, Direktorat Kemitraan dan Hubungan Internasional ITB (2015-2020), Sekretaris Komisi Nilai-nilai Luhur, Forum Guru Besar ITB (2017-2019), Ketua Komisi Keilmuan Masa Depan, Forum Guru Besar ITB (2020), Ketua Kelompok Keahlian Struktur Ringan FTMD ITB (2019-2023), Dewan Pakar Badan Kejuruan Mesin PII (2024-sekarang), Ketua Forum Dekan Teknik Indonesia (2021-sekarang).

0 Komentar