JABAR EKSPRES – Dua tahun sudah berlalu sejak layanan penyewaan sepeda “Boseh” pertama kali diperkenalkan di kawasan Summarecon Bandung, layanan ini berhasil mencuri perhatian banyak kalangan. Tidak hanya sebagai sarana olahraga, “Boseh” juga menjadi cara menyenangkan untuk menikmati keindahan Kota Bandung.
Menjadi Bagian dari Gaya Hidup Sehat
Azil (23), seorang karyawan di Stasiun “Boseh” Summarecon Bandung, menjelaskan bagaimana fenomena “Boseh” menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Bandung.
“Sepeda ‘Boseh’ sekarang jadi salah satu lifestyle yang sedang diminati oleh berbagai kalangan usia di Bandung, terutama anak-anak muda yang ingin berolahraga atau sekadar berjalan-jalan sambil menikmati pemandangan dan suasana asri di Bandung,” ungkapnya dengan penuh semangat, kepada Jabar Ekspres belum lama ini.
Baca Juga:Ingin Berlutut Memohon Maaf kepada Keluarga Satpam Septian, Farida Felix Sesalkan Kelakuan AbrahamFakta Baru Dibalik Pembunuhan Satpam Mobil Rental di Bogor, Tersangka Diancam Hukuman Seumur Hidup
Layanan penyewaan sepeda ini telah menyediakan dua titik penyewaan di kawasan strategis Summarecon Bandung, yaitu di dekat Taman Summarecon dan di depan SD Al Azhar. Selain itu, penyewaan sepeda “Boseh” juga tersedia di beberapa lokasi lainnya, seperti Alun-Alun Bandung, Kiara Artha Park, dan Jalan Teuku Umar. Lokasi-lokasi ini memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan sepeda “Boseh”, yang menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam menjelajahi kota.
Fleksibilitas Waktu dan Tarif Terjangkau
Layanan “Boseh” beroperasi setiap hari dengan dua shift, yaitu pukul 07.30 hingga 15.00 WIB dan pukul 12.00 hingga 19.00 WIB. Sepeda yang disewa harus dikembalikan paling lambat pukul 19.00 WIB, agar sistem penyewaan dapat berjalan dengan lancar. Masyarakat sangat antusias dengan keberadaan layanan ini, terlebih lagi pada akhir pekan, di mana aktivitas penyewaan sepeda hampir penuh sepanjang hari.
Namun, tingginya minat terhadap layanan ini juga membawa tantangan tersendiri. Banyak sepeda yang mengalami kerusakan akibat tingginya permintaan, terutama pada akhir pekan. Azil menambahkan, “Penyewaan tertinggi itu ada di setiap weekend, di mana biasanya kalau weekday kita hanya ramai pada pagi dan sore menjelang malam saja, sedangkan weekend, kita selalu full untuk penyewaan dari pagi sampai closing di jam 7 malam,”
Untuk tarif, penyewa memiliki dua pilihan: sepeda goes dan skuter listrik. Penyewaan sepeda goes dimulai dengan tarif Rp1.000 untuk jam pertama, Rp3.000 untuk jam kedua, dan Rp5.000 untuk tiga jam pertama. Apabila digunakan lebih dari tiga jam, tarifnya menjadi Rp10.000 per jam. Sedangkan skuter listrik dikenakan tarif Rp30.000 per jam, atau Rp15.000 untuk penyewaan setengah jam. Dengan tarif yang terjangkau ini, “Boseh” menawarkan alternatif transportasi yang ramah lingkungan sekaligus menyenangkan untuk digunakan.
