JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat terpilih Dedi Mulyadi menegaskan tidak akan membentuk Tim Transisi ataupun Tim Akselerasi. Hal itu diungkapkan selepas pleno penetapan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, Kamis (9/1/2025).
Dedi mengungkapkan, pihaknya tidak akan membentuk tim transisi karena hal itu tidak terlalu diperlukan. “Cukup dengan komunikasi saja dengan Penjabat Gubernur dan perangkat pemerintah provinsi,” cetusnya.
Menurut Dedi, di Pemprov sendiri juga sudah ada tim sehingga tinggal menselaraskan visi-misi yang sempat dikampanyekan. “Dengan sekda sudah akrab. Kepala dinas juga sudah akrab,” tuturnya.
Baca Juga:Keterbatasan Blangko KTP-el di Kabupaten Bandung, Disdukcapil sebut IKD jadi Solusi Sementara!Atasi Banjir Gedebage, DSDABM Kota Bandung Ungkap Ini Mekanisme Penyelesaiannya!
Contoh efisiensi itu berkaitan dengan semangat pembangunan infrastruktur di Jabar. “Kami inginnya jalan di Jabar itu mulus bahkan sampai desa. Tapi bagaimana mau baik kalau postur anggaran infrastruktur hanya Rp800 miliar,” tuturnya.
Sehingga, lanjut Dedi, ke depan perlu ada efisiensi. Yakni menunda berbagai kegiatan yang dirasa belum penting atau mendesak. “Kalau kami, anggaran infrastruktur itu harus Rp4 Triliun. Bisa itu dengan mengefisienkan pos anggaran lain,” sebutnya.(son)
