Kisah Gina dan Siti menjadi pengingat bahwa di tengah keberhasilan program pemerintah, masih ada kelompok yang belum tersentuh. Dukungan dari masyarakat melalui gerakan solidaritas atau bantuan individu juga dapat menjadi solusi sementara.
Kondisi ini, kata Sandi, menjadi cambuk bagi dinas terkait untuk memetakan skala prioritas bagi penyandang disabilitas dan secara rutin jemput bola melihat langsung kondisi kesehatan maupun kesejahteraannya.
“Saya kira kita patut malu dengan apa yang sudah dilakukan Teh Rina ini, beliau secara mandiri mendirikan kelompok belajar bagi disabilitas agar tumbuh kembang penyandang disabilitas berjalan dengan baik,” katanya.
Baca Juga:Anggaran Perjalanan Dinas Dipangkas, APBN Hemat Rp3,6 TriliunPemerintah Salurkan Rp434,3 Triliun untuk Subsidi BBM hingga Listrik dari APBN 2024
“Jangan sampai terjadi lagi, disabilitas harus menjadi prioritas pemerintah. Ini kok diabaikan, saya akan panggil dinas terkait seperti apa intervensi mereka, jika butuh anggaran kan bisa kita bicarakan yang terpenting skala prioritas kebutuhan dasar masyarakat tepat sasaran,”bebernya. (Wit)
