JABAR EKSPRES – Pertandingan Liga 3 Nusantara yang mempertemukan Persikab Bandung melawan Tornado FC Pekanbaru di Lapangan Kotabarat, Solo diwarnai protes keras pada Jumat (27/12) sore.
Protes keras ini dilakukan oleh Laskar Dalem Bandung -julukan Persikab Bandung- yang menurutnya ada banyak keputusan yang janggal dari wasit.
Seharusnya di pertandingan tersebut pun Persikab Bandung bisa berpeluang untuk mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
Baca Juga:Viral Getok Parkir Kembali Terjadi di Bandung Zoo, Bus Ditarif Rp150 Ribu!Program 3 Juta Rumah Layak Huni, Menteri PKP Lakukan Pengecekan ke Perumahan di Kabupaten Bandung
Seharusnya timnya bisa berpotensi menang dengan skor akhir 3-2 jika tidak terjadi adanya kontroversi tersebut.
“Saya tidak perlu menjelaskan secara detail, karena pertandingan ini live dan bisa ditonton semua orang,” ujarnya pada Minggu (29/12) malam.
Kedua, yang janggal terjadi pada menit 89. Di mana Restu Agung Prasetya dilanggar pemain Tornado FC di kotak penalti, namun tidak mendapatkan hadiah penalti dan hanya mendapatkan kartu kuning saja.
“Kita uji saja, apakah liga ini hanya untuk kepentingan beberapa klub saja atau ini memang liga. Kalau memang ini hanya untuk kepentingan beberapa klub saja, kenapa enggak dipromosikan saja langsung, itu kan lebih simpel menurut saya. Jadi enggak perlu ikut berkompetisi, buat apa, enggak ada gunanya,” ucapnya.
