Sementara menurut Wakil Ketua Paguyuban Pasar Cimindi, Wahyu Yuhana, mengatakan pihaknya pernah mengadukan masalah ini ke pemerintah, namun pemerintah hanya memberikan fasilitasi tanpa solusi konkret.
“Kalau ada barang yang bisa di-stok, ini jadi kendala. Anak mau sekolah, kuliah, semua terhambat karena harus mencari dana dari luar,” katanya.
Edi juga menuturkan, ia sudah mencoba mengambil tabungannya tahun lalu untuk kebutuhan Lebaran, namun terhalang masalah keuangan BPR.
Baca Juga:Gala Sapta SMAN 7 Bandung Meriah, Ajang Melatih Manajemen EventTegas! Bey Machmudin Minta Pengelola Kawasan Komersil Kelola Sampah Secara Mandiri saat Nataru
“Sampai sekarang tidak ada kepastian. Tabungan saya sekitar Rp40 juta, dan selama setahun ini terhambat untuk dagang,” keluhnya.
Salah satu pegawai BPR Kencana Cimindi, Andre, mengakui bahwa kasus ini sudah ditangani oleh LPS. “Nanti akan ada informasi lanjutan untuk pengembalian dana, biasanya bekerja sama dengan bank umum,” ujar Andre.
Menurutnya, seluruh nasabah BPR di Bandung Raya, termasuk BPR Kencana Cimindi, akan dipegang oleh LPS. Nantinya untuk proses pengembalian dana nasabah diperkirakan memakan waktu 90 hari kerja.
Sementara itu, staff LPS Cimindi, Syifa, menambahkan bahwa nasabah perlu menyiapkan buku tabungan BPR dan KTP untuk proses pencairan.
“Masalah utama sebenarnya adalah pailit karena banyak kredit macet dan tidak ada pemasukan,” katanya.
Saat ini, data dari BPR Kencana belum masuk ke aplikasi LPS, sehingga pencairan belum bisa diproses. “Informasi lebih lanjut bisa dicek di website www.lps.go.id. Dana nasabah akan dikembalikan secara bertahap,” tandas Syifa. (Mong)
