“Bahkan untuk menyambung hidup saja, kita harus pinjam lagi ke pihak ketiga,” katanya.
Menurut Hendri, pihak BPR menyebutkan kredit macet sebagai penyebab masalah ini.
“Katanya banyak yang pinjam tanpa agunan. Jadi pas kita mau narik tabungan, susah,” bebernya.
Baca Juga:Warga Cipatat Desak Pemprov Jabar Pulihkan Sungai yang Tercemar Air Lindi TPA SarimuktiViral ABK di Katapang Bandung Disuruh Makan Daging Musang, Begini Penuturan Keluarga
Sementara itu, Ana (59), pedagang sembako di Pasar Atas, juga menyesalkan situasi ini. Ia mengatakan bahwa mayoritas pedagang di pasar menabung di BPR, namun kini dana mereka tertahan.
“Katanya dari pihak BPR akan bertanggung jawab untuk mengembalikan tabungan, kurang lebih dari 100 pedagang di Pasar Atas,” ujar Ana.
Saat dikonfirmasi, Kepala UPTD Pasar Kota Cimahi, Andri Gunawan, menyatakan bahwa hingga kini belum ada pedagang yang secara resmi melaporkan kasus ini ke pihaknya.
“Para pedagang menabung secara pribadi di BPR. Kalau mereka meminta bantuan dan memberikan surat kuasa, kami akan membantu,” tegas Andri.
Ia juga menyarankan para pedagang untuk mulai menabung di bank-bank Himbara agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kalau mereka melapor, kami siap membantu,” tandasnya. (Mong)
