JABAR EKSPRES – Dalam upaya memperkuat pengelolaan zakat yang amanah, maju dan berkelanjutan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Barat (Jabar) menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang diikuti Baznas kabupaten/kota se-Jabar.
Kegiatan yang digelar di Majalengka itu mengusung tema “Sinergi Pengelolaan Zakat yang Aman, Maju, dan Berkelanjutan untuk Mewujudkan Indonesia Emas 2045”.
Ketua Baznas Jabar, Anang Djauharuddin mengklaim jika Rakorda yang digerar menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan visi misi sekaligus memperkuat kolaborasi antar Baznas daerah.
Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Aktivasi JMO ke PT. Daese GarminLenovo Hadirkan Aura Edition dan Jajaran Laptop Copilot+ PC di Indonesia
”Zakat adalah kunci untuk mendorong kesejahteraan umat. Dengan sinergi yang kuat, kita bisa memastikan pengelolaan zakat yang amanah, efektif, dan membawa manfaat yang berkelanjutan,” ujar Anang, melalui siaran pers-nya, Sabtu (23/11).
Rakorda Baznas sendiri diawali dengan layanan kesehatan keliling (yankesling) gratis kepada 200 penerima manfaat dari kalangan Dhuafa yang di laksanakan di Lingkungan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati Kabupaten Majalengka.
”Sebagian besar penerima manfaat ini adalah lansia yang membutuhkan dukungan kesehatan dan kebutuhan dasar,” ujar Anang.
”Pelayanan kesehatan gratis ini merupakan bentuk kepedulian konkret BAZNAS terhadap masyarakat yang membutuhkan. Semangat inilah yang menjadi dasar sinergi zakat untuk keberlanjutan dan kesejahteraan umat,” jelasnya.
Anang menuturkan, Rakorda ini menghadirkan berbagai narasumber dari lintas sektor, mulai dari pimpinan Baznas hingga aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Rakorda menjadi ruang diskusi yang mendalam, diisi oleh pemaparan sejumlah materi strategis.
Materi pertama disampaikan oleh Rizaludin Kurniawan selaku pimpinan Baznas Republik Indonesia Bidang Pengumpulan yang memaparkan langkah-langkah sukses pengumpulan zakat berbasis teknologi dan partisipasi masyarakat.
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) turut berkontribusi melalui materi bertajuk “Sinergitas Kejaksaan dalam Mendukung Pengelolaan Zakat yang Taat Regulasi”. Kejati Jabar menekankan pentingnya kepatuhan hukum dalam setiap aspek pengelolaan zakat, sehingga tercipta kepercayaan publik yang lebih besar.
Baca Juga:Jelang Hari H Pencoblosan, Partai Gelora Bandung Barat Gelar Konsolidasi Kader dan SimpatisanBPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Ajukan Gugatan Sederhana Kepada Pemberi Kerja dan Badan Usaha Tidak Patuh
Sementara itu, Kapolda Jabar menggarisbawahi peran kepolisian dalam memastikan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat.
”Kepolisian tidak hanya menjadi pilar penegak hukum, tetapi juga mitra strategis dalam memastikan dana zakat dikelola dengan jujur dan tepat sasaran,” ungkapnya.
