Kolaborasi antara Baznas dan Kementerian Agama (Kemenag) juga menjadi topik yang dibahas oleh Kanwil Kemenag. Dengan judul materi “Kolaborasi Strategis Baznas dan Kemenag dalam Mewujudkan Pengelolaan Zakat yang Aman Syari”, Kemenag menyoroti peran penting standar syariah dalam setiap aktivitas pengelolaan zakat.
Karo Kesra Pemprov Jawa Barat menutup sesi materi dengan topik “Penguatan Kolaborasi BAZNAS dan Pemerintah Daerah untuk Mendukung Pengelolaan Zakat”. Ia menekankan pentingnya dukungan regulasi dan kebijakan daerah yang berpihak pada pengelolaan zakat untuk keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
Selain sesi materi, Rakorda juga diisi dengan evaluasi kinerja Baznas se-Jawa Barat dalam bidang pengumpulan zakat, pendistribusian, dan pendayagunaan, keuangan, dan operasional. Evaluasi ini menjadi pijakan penting untuk menyusun strategi bersama demi mengoptimalkan peran zakat dalam pembangunan masyarakat Jawa Barat.
Baca Juga:BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Aktivasi JMO ke PT. Daese GarminLenovo Hadirkan Aura Edition dan Jajaran Laptop Copilot+ PC di Indonesia
Rakorda ini tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga langkah konkret untuk menyusun peta jalan bersama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui pengelolaan zakat yang amanah, maju, dan berkelanjutan.
”Kami optimis, melalui sinergi ini, zakat akan menjadi kekuatan ekonomi dan sosial yang mampu mengangkat martabat umat dan bangsa,” pungkas Anang. (*)
