JABAR EKSPRES – Dua hari jelang masa tenang Pilkada Kabupaten Bandung, pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bandung nomor urut 2, Dadang Supriatna-Ali Syakieb berhasil mengungguli paslon nomor urut 1, Sahrul Gunawan-Gungun Gunawan.
Berdasarkan temuan data hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Dadang Supriatna-Ali Syakieb unggul dengan elektabilitas 53,4%. Sementara elektabilitas pasangan Sahrul-Gungun Gunawan 44,6%.
Survei LSI Denny JA ini dilaksanakan pada 5-10 November 2024 dengan melibatkan 1.200 responden yang tersebar di seluruh kecamatan. Survei menggunakan metodologi standar Multistage Random Sampling melalui wawancara tatap muka secara acak dengan margin of error plus minus 2,9%.
Peneliti senior LSI Denny JA Network, M Khotib menjelaskan, survei yang dilakukan pihaknya bertujuan yang memotret preferensi pemilih terhadap dua paslon yang berkontestasi di Pilkada Kabupaten Bandung.
“Hasilnya paslon nomor urut 2 Dadang Supriatna-Ali Syakieb berhasil mengungguli paslon Sahrul-Gungun Gunawan dengan elektabilitas 53,4%. Sementara elektabilitas pasangan Sahrul-Gungun Gunawan 44,6%,” jelas M Khotib dalam keterangan pers kepada awak media, Kamis (21/11/2024) sore.
Menurut Khotib, keunggulan Dadang Supriatna-Ali Syakieb juga terpotret dari pemilih yang berkategori militan (strong supporters). Sebesar 36,7% mengaku pilihannya sudah mantap kepada paslon nomor urut 2.
Sementara, lanjut Khotib, pemilih militan yang mengaku mantap kepada Sahrul-Gungun 30,7%, turun dari sebelumnya 34,6%. Sebaliknya, strong supporters kepada Dadang-Ali Syakieb naik dari sebelumnya 33,9% menjadi 36,7%.
“Data ini harus menjadi warning buat Sahrul-Gungun karena punya trend turun, baik elektabilitas pasangan, maupun elektabilitas strong supportersnya,” ungkap Khotib.
“Biasanya calon yang punya trend turun ada kecenderungan turun lagi. Sementara, Pilkada tinggal kurang dari seminggu. Ini tidak mudah untuk rebound,” tambahnya.
Namun, Khotib menggingatkan, masih ada sekitar 32,6% publik di Kabupaten Bandung yang masuk dalam kategori soft supporters. Yaitu, gabungan pemilih yang sudah memilih tapi bisa berubah, dan mereka yang belum punya pilihan sama sekali.
“Angka soft supporter sebesar 32,6 persen tersebut, biasanya sering kita sebut sebagai lahan tak bertuan. Mereka adalah pemilih cair yang masih bisa diperebutkan siapa saja. Inilah yang harus menjadi “PR” buat kedua paslon, siapa yang bisa mengambil pemilih cair yang paling banyak itulah pemenangnya,” tutur Khotib.