JABAR EKSPRES – Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali mengalami erupsi dengan ketinggian letusan 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl) pada Kamis pagi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian mengatakan terjadi erupsi Gunung Semeru pada Kamis, 21 November 2024 pukul 05.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 800 meter di atas puncak.
Kemudian, terjadi tiga kali gempa guguran, 10 kali gempa embusan, dua kali harmonic, satu kali gempa vulkanik dalam, 4 kali gempa tektonik jauh dan satu kali gempa getaran banjir dengan amplitude 17 mm, dan lama gempa 3.828 detik.
Baca Juga:Survei LS Vinus Rudy Susmanto-Ade Ruhandi Pimpin Elektabilitas di Pilkada Bogor 2024Habiskan Anggaran Rp900 Juta untuk Pelesiran ke Bali, Pengamat Desak Pencopotan Kepala Dinsos Bogor
‘’Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar),’’ kata Sigit.
Hal yang harus diwaspadai masyarakat ialah potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
