BANDUNG – Pasangan Calon (Pasolon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) nomor urut 2, Jeje Wiradinata dan Ronal Surapradja, dinilai unggul dalam debat publik perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024 di Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran, Kota Bandung, Senin, 11 November 2024 malam.
Hal tersebut diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Jeje-Ronal Ono Surono di sela-sela debat publik yang berakhir hingga sekira pukul 22.00 WIB malam ini.
Menurut Ono, Jeje merupakan sosok pemimpin yang tak hanya berbicara namun juga bekerja. Sehingga Jeje Wiradinata kata Ono, menjadi modal dalam menguasai materi debat publik perdana Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar 2024.
Baca Juga:Terpilih Ketua Pengcab Kickboxing, Adit Setiawan Komitmen Kembangkan Atlet SlemanBayu Satya Prawira Ajak Gen Z Teladani Semangat Juang Para Pahlawan
“Pak Jeje sangat menguasai permasalahan-permasalahan di Jabar. Hal itu terlihat dalam menjawab maupun menanggapi pertanyaan dari calon lain. Pak Jeje itu tidak hanya teori, namun juga praktik-praktik yang bisa diimplementasikan,” ujarnya.
Kuatnya pemahaman Jeje Wiradinata terhadap permasalahan di tatar Pasundan, ditekankan Ono, tampak saat Bupati Pangadaran dua periode tersebut dalam menjawab dan menanggapi pernyataan maupun pertanyaan dari panelis juga kandidat gubernur lain. Jeje memberikan jawaban pun menanggapi pertanyaan dan pernyataan calon lain tanpa membaca catatan.
“Seperti tadi menjawab persoalan narkoba. Pak Jeje menyebut kuncinya adalah pendidikan karakter dan keluarga. Keluarga yang harmonis adalah suatu yang fundamental untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda pada khususnya,” katanya.
Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan Jabar ini optimistis elektabilitas pasangan Jeje-Ronal akan meningkat pasca debat perdana. Ono meyakini rakyat Jabar dapat menentukan sosok yang pantas memimpin mereka untuk lima tahun ke depan.
“Sangat optimis. Karena rakyat sekarang sudah jenuh dengan yang teoristis, yang dibutuhkan adalah jawaban yang singkat, padat, dan lugas. Dan ingat Pak Jeje Wiradinata menjawab tanpa membaca teks (catatan),” pungkasnya. (*)
