JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebut kemungkinan badai Thunderstrom yang cukup kuat akan menerjang wilayah Provinsi Jawa Barat.
Diketahui, Thunderstrom jenis bencana badai petir yang dapat terjadi ketika parsel udara yang naik mengalami pendinginan, sebagian uap airnya akan terkondensasi membentuk awan cumulonimbus yang umumnya disebut badai guntur.
Perkembangan badai guntur tersebut, memerlukan faktor pemicu atau mekanisme awal yang menimbulkan gerakan massa udara ke atas.
Baca Juga:Paslon Dikdik-Bagja Fokus Tangani Permukiman dan Lingkungan di CimahiBanyak Oknum Nakal, Dishub akan Putus Kontrak Jukir Tidak Kooperatif
Rahayu menerangkan, indikator DMI pada nilai -0,94 itu, mengindikasikan suplai uap air dari wilayah Samudera Hindia ke wilayah Indonesia bagian barat signifikan.
“Artinya aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia bagian barat cukup signifikan. Anomali suhu muka laut di sebagian wilayah perairan Indonesia yang masih hangat, mendukung terjadinya penguapan dan penambahan massa uap air di sekitar wilayah Jawa Barat,” terangnya.
“Indeks labilitas udara di wilayah Jawa Barat adalah berpotensi memunculkan badai besar,” jelasnya.
Indeks Labilitas Udara di Jabar
– K-Index berkisar 30 sampai 35 konvektif sedang.
– L-Indeks berkisar -5 sampai -1, mengindikasikan kondisi atmosfer yang labil dengan kemungkinan munculnya badai besar.
– Showalter Indeks berkisar -4 sampi -1, mengindikasikan kemungkinan terjadinya badai Thunderstrom yang kuat.
Ayu memaparkan, labilitas atmosfer secara umum pada kategori sedang hingga kuat, mengindikasikan adanya potensi pembentukan awan konvektif yang signifikan di wilayah Jawa Barat, terutama jika merujuk Citra Radar BMKG, badai besar tersebut berpotensi melanda daerah Bogor, Kota Depok serta Kabupaten Bandung Barat.
