SMA Bina Muda Terapkan Budaya Positif Bagi Seluruh Peserta Didik

Sejumlah siswa SMA Bina Muda SMA Bina Muda di wilayah Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung tengah berbondong-bondong memasuki Masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Sejumlah siswa SMA Bina Muda SMA Bina Muda di wilayah Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung tengah berbondong-bondong memasuki Masjid untuk melaksanakan sholat berjamaah. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sekolah Menengah Atas (SMA) dari Yayasan Pendidikan Bina Muda, di wilayah Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung terapkan kegiatan budaya positif bagi seluruh peserta didik.

Budaya positif tersebut, sengaja diberlakukan dan harus dilaksanakan seluruh siswa, dengan tujuan dapat membentuk karakteristik baik, meski terpaan digitalisasi cukup besar.

Humas SMA Bina Muda, Agung Rizki Pratama mengatakan, pemberlakuan budaya positif sudah diterapkan pihaknya sejak 2023 lalu.

Baca Juga:Ketua DPRD Sastra Winara Ungkap Pesan Khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten BogorSyaikhu-Ilham Habibie Targetkan 60 Persen Suara di Kabupaten Bogor

“Jadi karena kita sekolahan yang berbasis agama, otomatis nilai-nilai etika, norma kehidupan perlu diberikan, bukan sebatas mata pelajarannya saja yang ada pembahasan agama,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres, Jumat (25/10).

Agung menerangkan, budaya positif yang diterapkan kepada seluruh siswa di SMA Bina Muda itu, mulai dari meningiatkan literasi alias minat baca hingga beribadah, sesuai dengan ajaran Islam.

“Mulai pukul 7.00 (WIB), anak-anak tidak langsung masuk kelas untuk KBM (kegiatan belajar mengajar), tapi ada mengaji bersama dulu,” terangnya.

Agung menjelaskan, selain mengaji bersama, membaca buku dan menghafal Al Quran, sholat Dhuha jadi kegiatan yang dilakukan para peserta didik, sebelum melaksanakan KBM pada pukul 8.00 WIB.

“Sistemnya bergilir, jadi contoh untuk literasi atau membaca buku sebagian siswa, sebagian lagi kita arahkan mengaji bersama, sisanya ada yang sholat Dhuha. Itu bergantian sampai semua murid melaksanakan 3 hal tadi,” jelasnya.

Agung mengungkapkan, setiap dilaksanakan budaya positif, para peserta didik tidak dilepas begitu saja, melainkan diawasi dan didampingi oleh para guru sampai selesai.

“Alhamdulillah, anak-anak ketika awal diterapkan budaya positif ini, ada saja yang enggan atau sulit diajak, tapi semakin ke sini mereka semua ikut melaksanakan dan terlihat asik,” ungkapnya.

Baca Juga:3 Tahun, Realisasi Penataan Kawasan Kumuh Lampaui TargetKisruh Progam JFLS 2024, Guru Besar UPI Tekankan Hal Ini pada Pemprov Jabar

Agung memaparkan, pelaksanaan budaya positif di SMA Bina Muda tidak dilakukan setiap hari, melainkan hanya satu kali per dua pekan.

Hal itu dikarenakan, setiap Senin para peserta didik harus melaksanakan upacara bendera, sehingga pelaksanaan budaya positif digelar untuk meminimalisir jam kosong.

0 Komentar