Argitoe berharap, kegiatan ini memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan Satwa yang dilepasilarkan, serta menyediakan data untuk studi lanjutan tentang konservasi Kukang Jawa.
Sementara itu, Kepala Bala Taman Nasional Gunung Halimun Salak Budhi Candra mengatakan, pelepasliaran Kukang Jawa ini bukan hanya langkah penting dalam konservasi satwa yang terancam punah.
Akan tetapi juga merupakan wujud nyata komitmen kami dalam melestarikan keanekaragaman hayati di Taman Nasional Gunung Halimun Salak.
Baca Juga:Upaya Pengurangan Sampah, Pj Wali Kota Cimahi Tekankan Peran Masyarakat dan TPSTSita Sejumlah Uang di Kasus Suap Hakim, Kejagung Dalami Kemungkinan Keterlibatan Ronald Tannur
“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan satwa liar dan lingkungan kita.”harapnya.
Ditempat yang sama, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Barat, Agus Arianto mengungkapkan, apresiasi kepada YIARI yang telah mendukung program pemerintah dalam pelestarian satwa liar dilindungi.
“Kami menghimbau segenap lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan kelestarian satwa liar dilindungi kukang jawa di habitatnya, karena kelestarian dapat terwujud dari kepedulian dan komitmen bersama. Mencintai satwa liar tidak berarti harus dilakukan dengan cara memelihara, sejatinya dengan membiarkannya hidup di alam liar, di habitatnya merupakan bentuk mencintai satwa liar sesungguhnya.”pungkasnya.
