JABAR EKSPRES – Untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pembelian bahan pokok yang harganya sering berfluktuasi, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) membagikan 1.000 bibit cabai kepada warga.
Ini merupakan langkah inovatif dari pemerintah kota dalam mengatasi inflasi, serta memberdayakan masyarakat agar mandiri dan produktif dalam pemenuhan pangan.
Pj Wali Kota Cimahi, Dicky Saromi, menjelaskan program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mendorong masyarakat menanam tanaman hortikultura secara mandiri.
Baca Juga:Milad ke-119 Tahun, DPC SEMMI Kabupaten Gelar BaksosSorot Pengelolaan Sampah Pihak Swasta, Pemkot Bandung: Terutama Sektor Komersial
Dengan demikian, warga diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pembelian bahan pokok yang harganya cenderung fluktuatif, termasuk cabai, yang sering menjadi pemicu kenaikan inflasi.
“Pembagian bibit cabai ini tidak hanya bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bumbu dapur, tetapi juga sebagai salah satu cara untuk mengurangi tekanan terhadap harga pangan yang sering kali melonjak, terutama cabai,” ujar Dicky pada awak media, Jumat (18/10/24).
Menurutnya, langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan inflasi di tingkat lokal, yang selaras dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi. Dengan menanam cabai sendiri, masyarakat bisa lebih mandiri dan terhindar dari gejolak harga di pasar.
Selain itu, lanjut Dicky, program Gerakan Pasar Murah (GPM) juga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dibandingkan di pasaran, sehingga membantu menjaga daya beli warga di tengah tantangan ekonomi.
“Gerakan ini tidak hanya untuk menyediakan bahan pangan murah, tetapi juga untuk mendukung stabilitas harga dan membantu masyarakat menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Program seperti ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam pengendalian inflasi, khususnya di Cimahi dan wilayah Jawa Barat,” jelasnya.
Melalui upaya seperti ini, Dicky berharap masyarakat dapat merasakan manfaat jangka panjang, terutama dalam menghadapi situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.
“Program pembagian bibit cabai dan Gerakan Pasar Murah ini direncanakan berlangsung rutin sepanjang tahun 2024, sebagai salah satu upaya strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal,” tandasnya. (Mong)
