Banyak Aplikasi Scam, Pecinta Ponzi Mulai Ubah Strategi

Aplikasi ponzi Investasi bodong yang kini cepat scam.
Aplikasi ponzi Investasi bodong yang kini cepat scam.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam satu bulan terakhir, banyak aplikasi ponzi yang scam dalam waktu singkat. Bukan lagi jangka panjang dengan hitungan bulan, kini aplikasi baru bisa langsung scam dalam hitungan hari.

Beberapa aplikasi bahkan scam dalam waktu kurang lebih satu minggu dan paling lama 10 hari hingga 2 minggu.

Scam-nya aplikasi-aplikasi baru ini tentu sangat merugikan bagi para pecinta ponzi, karena baru saja mendaftar dan melakukan deposit, tiba-tiba sudah scam dan belum sempat melakukan penarikan sama sekali, karena belum masuk batas waktu penarikan.

Baca Juga:Biasa Untuk Lalap, Ternyata Daun Kenikir Punya Khasiat yang Ajaib dan Segudang ManfaatBakal Jadi Film Pembuka di Korea Indonesia Film Festival (KIFF) 2024, My Annoying Brother Indonesia Langsung Jadi Sorotan

Pola ini sepertinya mulai disadari oleh para pecinta ponzi, sehingga kini mereka memiliki strategi baru untuk mencari keuntungan tanpa dirugikan karena aplikasi mengalami scam.

Beberapa startegi tersebut mereka bagikan di berbagai unggahan di media sosial, salah satunya dari akun Facebook @hendri** yang mengaku tidak lagi mencari aplikasi yang menjanjikan keuntungan besar.

Dia lebih memilih aplikasi yang jangka panjang meski profit kecil.

“Lebih baik pilih yang jangka panjang walaupun profit kecil,” komentarnya disalah satu ungghanan di grup Dunia Ponzi.

Strategi yang sama juga diungkapkan oleh akun @okan** yang memilih mencari aplikasi yang memberikan kepastian walau profit kecil.

Karenanya moment ini sangat pas jika digunakan bagi para pecinta ponzi untuk bertobat dan tidak lagi mengajak orang lain dan menjerumuskan masyarakat yang tidak tahu tentang dunia investasi menjadi korban.

Pasalnya, bergabung dengan aplikasi ponzi akan membuat perekonimian masyarakat hancur, karena tidak ada dalam sejarah, pengguna investasi bodong yang sukses dan kaya raya, yang lebih banyak terdengar berita, justru banyak yang bankrut bahkan sampai gila karena kehilangan semua hartanya.

0 Komentar