JABAR EKSPRES – Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) bakal berlangsung selama 34 hari di Kota Bandung. SSGI bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi balita. Meliputi stunting, wasting, underweight dan overweight serta determinannya.
Hal tersebut dicanangkan pihak Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK). Nantinya, data yang dihasilkan akan menggambarkan berbagai indikator terkait status gizi balita yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan.
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, hingga saat ini angka prevalensi stunting di Kota Bandung mengalami penurunan yang signifikan.
Baca Juga:Solusi Memanusiakan Pedagang Saat Nguriling Pasar dari Dokter RayendraAktris Marrisa Haque Meninggal Dunia, Ini Permintaan Terakhirnya yang Diungkap Sang Putri
Sementara itu, Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara menambahkan, diperlukan data yang valid agar rencana aksi yang akan disusun dalam upaya percepatan penurunan stunting sesuai dan tepat sasaran.
“Selain angka (penurunan) itu pentingnya rekomendasinya, jadi bidang atau bagian mana yang harus ditingkatkan. Contohnya pemberian obat, supaya kita tepat sasaran,” pungkasnya.
