Lingkaran Setan Judi Online di Jabar, Data Dampak dan Penanganannya

Lingkaran Setan Judi Online di Jabar, Data Dampak dan Penanganannya
Lingkaran Setan Judi Online di Jabar, Data Dampak dan Penanganannya
0 Komentar

Pengaturan mesin judi online oleh bandar itu juga diceritakan Farhan. Warga Bandung yang pernah bekerja di salah satu situs judi online.

Pria 24 tahun itu menceritakan, biasanya akun baru atau pemain tanpa riwayat akan diberi kemenangan beberapa kali dari deposit yang dilakukan. “Biar tertarik main lagi,” tuturnya, Minggu (29/9).

Farhan melanjutkan, biasanya pemain akan kegirangan karena kemenangan itu. Makanya mereka akan main lagi bahkan akan tambah deposit. Saat itulah pemain sudah masuk perangkap lingkaran setan judi online. “Makin penasaran kalau kalah,” paparnya.

Baca Juga:Dirut PGN Pastikan Pemanfaatan Jargas Rumah Tangga di Sleman LancarAntisipasi Pasang APK Sembarang, Satpol PP Kota Bandung Optimalkan Kinerja Panwaslu

Bahkan, lanjut Farhan, antar situs itu biasa saling tukar data. Itu untuk melihat riwayat akun pemaian. Riwayat itu jadi modal untuk mengatur psikologis pemain. “Kapan diberi kemenangan kapan harus kalah, apalagi kalau ada akun yang punya deposit gemuk,” tuturnya.

Farhan melanjutkan, sebagai admin yang bekerja di situs judi online, ia bisa melihat rekam jejak kemenangan maupun kekalahan pemain. “Kadang itu pemain merasa dapat rezeki nomplok karena menang Rp 10 juta dari deposit Rp 2 juta. Padahal kalau dilihat catatannya, ia sudah kalah berulang kali,” imbuhnya.

Resiko Pencurian Data Ponsel atau Laptop

CEO Cyber Army Indonesia Gerindro Pringgo Digdo turut menyampaikan kengerian lain dari penggunaan situs judi online. Hal itu terkait pencurian data strategis di ponsel ataupun laptop pemain.

Gerindro mengungkapkan, situs judi online bisa saja disisipi dengan malware. Cara kerjanya, malware itu ikut terinstal ketika masyarakat mengunduh dan menginstal aplikasi atau meng-klik situs judi online. Malware adalah perangkat lunak yang bekerja dengan memasuki komputer tanpa perizinan.

Gerindro melanjutkan, ketika pemilik ponsel atau laptop tidak hati-hati, maka malware itu mendapat akses ke sejumlah data strategis di laptop atau ponsel. Data itu beragam, mulai dari foto-foto pribadi, hingga data pekerjaan.

Di tangan orang yang berkepentingan atau tidak bertanggung jawab, data itu bisa disalah gunakan. “Kan kadang ada aplikasi yang minta izin akses macem-macem. Misal akses ke galery atau kontak,” cetusnya.

Rangsang Hormon Dopamin Picu Kecanduan

0 Komentar