Posko Pengungsian Dinilai Tak Layak Huni, Warga Terdampak Gempa Kabupaten Bandung Kurang Makan dan Mulai Alami Gatal Kulit

Posko Pengungsian Dinilai Tak Layak Huni, Warga Terdampak Gempa Kabupaten Bandung Kurang Makan dan Mulai Alami Gatal Kulit
Posko Pengungsian Dinilai Tak Layak Huni, Warga Terdampak Gempa Kabupaten Bandung Kurang Makan dan Mulai Alami Gatal Kulit
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Korban terdampak musibah gempa bumi tektonik, yang melanda wilayah Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat masih membutuhkan uluran bantuan.

Pasalnya, akibat guncangan gempa bumi sebesar 5.0 magnitudo tersebut, daerah Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung terdampak serius.

Di tengah ribuan warga terdampak yang memerlukan bantuan, penanganan bencana oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung dinilai kurang cepat tanggap.

Baca Juga:Sahrul Gunawan Inginkan Stadion Si Jalak Harupat jadi Pusat Kreasi dan UMKMDewan Beberkan Pekerjaan Rumah Menuju Bandung Kota Metropolitan dan Berkelanjutan

Hal tersebut disampaikan oleh relawan yang juga sebagai Koordinator Pusat Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat, Dedi Kurnuawan.

“Hampir rata-rata pos pengungsian dibuat seadanya, belum mempertimbangkan aspek tempat tinggal sementara yang layak huni,” katanya kepada Jabar Ekspres, Rabu (25/9).

Dedi menilai, dari pengamatannya di lokasi, pemulihan masyarakat untuk bangkit mulai terlihat, namun perlu dukungan dari pemerintah sebagai pihak berwenang, yang juga penanggungjawab dalam situasi ini.

Dia menjelaskan, pihak BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinam Kecamatan (Forkopimcam) Kertasari, mulai melakukan pendristribusian bantuan secara perlahan kepada para korban terdampak gempa bumi.

“Dengan data yang telah masuk dan beberapa relawan bersama TNI, terlihat mulai membongkar reruntuhan rumah rusak yang rawan ambruk akibat gempa kemarin,” jelasnya.

Dedi memaparkan, melihat situasi cuaca memang masih cerah, namun potensi akan terjadi hujan disertai angin cukup dikhawatirkan, sehingga posko relawan masih memerlukan bantuan tenaga untuk membongkar sisa reruntuhan, baik rumah warga, sarana ibadah, fasilitas Pendidikan serta bangunan lainnya.

“Kami masih banyak menemukan para penyintas mulai mengalami gatal dan bercak serta memar di kepala dan kaki juga tangan. Masalah ini juga belum tertangani dengan baik, akibat sarana pengungsian belum memadai dari sisi kesehatan,” bebernya.

Baca Juga:GIIAS Bandung 2024: Chery Hadirkan Beberapa Prodak InovatifMemasuki Tahapan Kampanye, Pasangan ASIH: Fokus Awal di Kota Bandung

Dedi mengungkapkan, sampai saat ini masih banyak para korban terdampak gempa, yang membutuhkan hidangan berupa nasi siap saji untuk makan setiap harinya.

“FK3I Jawa Barat mengingatkan pihak terkait untuk tetap mendata kondisi medis secara berkala, karena ditemukan beberapa korban tertimpa reruntuhan dari mulai anak balita sampai dewasa masih banyak yang perlu ditangani dengan cepat,” ungkapnya.

0 Komentar