Harapkan Bantuan PKH, Begini Nasib Lansia di Kota Banjar

Susah Tidur pada Lansia! Ini Penyebab, Dampak, dan Solusinya
Foto: pixabay.com
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Nasib malang menimpa Cucu Kendarsih (60), seorang warga RT 3 RW 14 Lingkungan Tanjungsukur, Kelurahan Hegarsari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar. Sejak terjatuh dari sepeda dua bulan yang lalu, tangan sebelah kanan Cucu mengalami patah tulang. Perempuan paruh baya ini, yang biasanya menyambung hidup dari berjualan lauk pauk, kini tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.

Kondisi Cucu semakin parah dengan penyakit asam urat yang dideritanya, yang mengakibatkan kakinya mengalami pembengkakan sehingga ia tidak dapat berjalan. Dalam keadaan lemah, Cucu hanya bisa terbaring tak berdaya di atas pembaringan lapuknya.

Cucu juga menceritakan bahwa ia pernah dirawat di rumah sakit karena kakinya menderita asam urat. “Tapi saya belum bisa berjalan walau bengkaknya tidak seperti sebelumnya,” ungkapnya penuh harap.

Baca Juga:Pj Bupati Bandung Barat Akui Penyusunan Revisi Perda RTRW Tanpa Diteliti1.500 RW di Kota Bandung Ditargetkan Berpredikat Bebas Sampah

Sebelum kecelakaan, ia mengalami kesulitan dalam berjualan, di mana omsetnya semakin kecil dan sering kali lauk pauk dagangannya masih sisa banyak. “Saya biasanya masak sendiri semuanya mulai dari pukul dua dinihari sampai pukul 6 pagi. Nanti ada dua orang yang mengambil untuk dijual dengan cara keliling,” kisahnya.

Saat ini, Cucu hanya bisa mengandalkan anak bungsunya untuk merawat dirinya, dan itu pun harus menunggu hingga pulang sekolah. “Untuk buang air, saya tampung dulu di pispot dan nanti anak saya yang mengurusnya kalau sudah pulang sekolah,” terangnya.

Ketua RT 03, Uwen Alwen, mengaku bahwa pihaknya selama ini sudah mengalokasikan beberapa bantuan pemerintah untuk keluarga Cucu, yang berstatus janda setelah suaminya meninggal dunia. “Sementara untuk PKH biasanya ada kelompoknya, jadi bukan lewat ketua RT,” ujarnya.

0 Komentar