JABAREKSPRES.COM, BANDUNG – Arfi Rafnialdi adalah salah satu bakal calon (bacalon) Wali Kota Bandung. Ia berpasangan dengan Yena Iskandar Ma’soem sebagai bacalon Wakil Wali Kotanya.
Arfi mengaku bersyukur bisa berduet dengan pasangannya itu untuk Pilkada Kota Bandung 2024. Keduanya dipertemukan dalam perjodohan politik. Baginya, Yena adalah sosok yang menarik juga bagi konstelasi politik di Kota Bandung. “Perjodohan politik itu misteri, kami bersyukur bisa berpasangan dengan Teh Yena,” cetusnya saat berkunjung ke Kantor Jabar Ekspres, Senin (9/9).
Pria yang pernah menjadi Sekretaris Tim Pertimbangan Kebijakan Publik Wali Kota Bandung 2013-2018 itu melanjutkan, Yena juga satu-satunya kandidat perempuan dalam bacalon Pilkada Kota Bandung 2024 ini. Hal itu tentu menjadi keunggulan kompetitif tersendiri, khususnya memikat pemilih perempuan. “Lebih bisa memahami dan menjadi penyalur aspirasi kaum perempuan di Kota Bandung,” sambungnya.
Baca Juga:Kasus DBD Melonjak hingga Jadi Perhatian, Lebih dari 1000 Orang Meninggal DuniaBelanja Masalah, Jeje Sebut UMKM hingga Infrastruktur Masih Jadi Problematika di KBB
Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) itu menambahkan, sosok pribadi Yena juga bukan sembarangan. Perempuan itu lahir dari keluarga Ma’soem, pengusaha yang sudah cukup terkenal. Khsusunya Bandung Timur. “Keluarga Ma’soem adalah pengusaha sukses dan dermawan. Jadi perhatiannya ke masyarakat sudah luar biasa,” cetus pria yang juga tergabung dalam Tim Akselerasi Pembangunan Provinsi Jabar itu.
Ditambah, Yena sendiri juga pribadi yang cerdas. Ia seorang apoteker dan menjabat sebagai Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kota Bandung. Jadi ia juga berpengalaman sebagai seorang pemimpin. “Jadi pribadi yang layak untuk pemimpin Kota Bandung,” sambung Arfi.
Arfi melanjutkan, pihaknya cukup bersyukur bisa ikut serta dalam Pilkada Kota Bandung kali ini. Menurutnya kompetisi pilkada kali ini juga bakal seru. Karena masing-masing kandidat punya keunggulan kompetitif.
Misalnya dari pasangan Haru – Dhani yang punya mesin partai cukup baik, lalu Farhan – Erwin dengan popularitasnya, sementara Dandan – Arif yang cukup berpengalaman di birokrasi. “Ini berkah, kompetisi akan seru. Masyarakat punya banyak opsi untuk menentukan pilihan yang paling pas,” tutupnya.(son)
