“Kemajuan teknologi ini kan cukup meringankan pekerjaan petani dan tentunya efisiensi, baik dari waktu dan modalnya. Misalnya, dengan teknologi ini, kita dapat menghemat produksi hingga Rp150 per batang tomat,” ujar Ade.
Pengaplikasian teknologi modern dalam dunia modern juga diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi generasi muda, yang lebih tertarik pada pendekatan yang modern dan praktis. Ade optimis bahwa penerapan teknologi dalam pertanian akan membuka mata generasi muda terhadap potensi dan keuntungan di sektor ini.
Pada Kontes Ternak dan Ekspo Pangan 2024, sedikitnya ada tiga jenis hewan ternak genetik Jawa Barat ditampilkan. Diantaranya Sapi Pasundan, Domba Garut, dan Ayam Sentul.
Baca Juga:Kabupaten Bandung Butuh Mall dan Konektivitas Objek WisataSiap Dilantik, 50 Anggota DPRD Kota Bandung Terpilih Telah Sampaikan LHKPN
Selain hewan genetik Jabar, ekspo juga memamerkan beberapa jenis pangan lokal Jabar pengganti nasi sebagai sumber karbohidrat. Seperti sorgum, umbi-umbian dan banyak jenis lainnya.
“Seperti singkong, jagung, ubi, sukun dan lain-lain. Itu berpotensi terus dikembangkan dan bisa sebagai bahan karbohidrat pengganti nasi. Tentu dengan berbagai jenis olahannya,” tandasnya. (Wit)
