Ternyata Kesepian Bisa Bikin Mudah Pikun, Kok Bisa?

Ternyata Kesepian Bisa Bikin Mudah Pikun, Kok Bisa?
Ternyata Kesepian Bisa Bikin Mudah Pikun, Kok Bisa?
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa kesepian, ternyata bisa menjadi salah satu faktor utama penyebab hilangnya ingatan atau mudah pikun.

Keempat kategori peserta yang diteliti adalah:

  • Orang yang mengalami isolasi sosial dan kesepian.
  • Orang yang hanya mengalami isolasi sosial.
  • Orang yang hanya merasa kesepian.
  • Orang yang tidak mengalami keduanya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang mengalami kombinasi isolasi sosial dan kesepian mengalami penurunan daya ingat yang paling signifikan.

Sementara itu, peserta yang hanya merasakan kesepian (tanpa isolasi sosial) juga mengalami penurunan memori yang cukup besar, meskipun tidak sebanyak kelompok pertama.

Baca Juga:Pengguna Samsung Tipe ini Merapat! Simak Cara Dapat Kuota Gratis 150 GB dari TelkomselSpoiler One Piece Chapter 1121: Shanks Punya Kembaran?

Penelitian ini menunjukkan bahwa menjaga hubungan sosial yang aktif berperan penting dalam menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia.

Namun, selain interaksi sosial, stimulasi mental juga merupakan faktor kunci.

Dr. Lisa Feldman Barrett, seorang psikolog dan ahli saraf, menjelaskan bahwa otak manusia memiliki kemampuan plastisitas, yakni kemampuan untuk mengubah dan memperbarui jaringannya sepanjang hidup.

“Otak Anda terus menerus dapat mempelajari keterampilan baru,” ujar Barrett.

Untuk meningkatkan plastisitas otak, Dr. Barrett merekomendasikan berbagai aktivitas yang merangsang otak.

“Setiap kali Anda menghadapi sesuatu yang baru dan tidak terduga, otak Anda akan berusaha untuk mempelajarinya. Proses ini merupakan bentuk plastisitas otak,” tambah Barrett.

Aktivitas seperti jalan-jalan, belajar bahasa baru, atau membaca buku dapat membantu mempertahankan kesehatan otak.

Selain stimulasi mental, aktivitas fisik juga berperan penting dalam kesehatan otak. Dr. Wendy Suzuki, seorang ahli saraf dan dekan Fakultas Seni dan Sains Universitas New York, menjelaskan bahwa bentuk aktivitas yang memerlukan strategi dapat melatih korteks prefrontal otak.

“Aktivitas yang memerlukan perencanaan dan strategi sangat baik untuk melatih fungsi kognitif Anda,” jelas Suzuki.

0 Komentar