JABAR EKSPRES, BANDUNG – Bandung Intra Urban Tol Road (BIUTR) merupakan proyek jalan tol dalam Kota Bandung yang diproyeksikan guna memecah 50 persen kemacetan di Kota Kembang. Memanjang sejauh 27,3 Kilometer (KM) dengan nilai investasi kurang lebih Rp 10 triliun, jalan bebas hambatan ini rencananya bakal menghubungkan wilayah Pasteur dan Cileunyi.
Gagasan tol dalam kota sendiri muncul sejak 7 dekade silam. Dilansir dari artikel Leapfrogging Past the Urban Highway, hal ini muncul dari proyek usang kejayaan desain transportasi pada tahun 1950-an.
“BIUTR (Tol Dalam Kota) itu cita-cita masyarakat Kota Bandung. Sudah 17 tahun masyarakat menanti. Dan saat ini, Pemerintah Pusat ingin 2024 sudah bisa groundbreaking,” kata Bambang dikutip pada keterangan rilisnya.
Baca Juga:Jalan Penghubung 2 Desa di Cileunyi Bandung Amblas, Sementara Tak Bisa Dilintasi Kendaraan Roda 4Gun Gun Gunawan Resmi Diusung PKS Jadi Bacalon Bupati Bandung, Sejumlah Dukungan Mulai Dideklarasikan
Selain itu, yang lebih parah yakni dampak ekologi akan kembali terimbas dengan dibangunnya BIUTR. Hal tersebut berkenaan dengan perluasan wilayah yang akan semakin merusak agrikultur tanah maupun habitat alamiah.
Mengacu pada tujuan dibangunnya BIUTR guna memecah kemacetan di Kota Bandung. Menurut Akademisi sekaligus Dosen Transportasi UPI Fakultas Teknologi dan Kejuruan, Wiku Tama menyebut, alih-alih mengurai kepadatan kendaraan, pembangun tol dalam kota malah bakal menghasilkan fenomena induced demand.
