Intip Produksi UMKM Ecoprint Kota Bandung, Ramah Lingkungan dan Hasilkan Produk Bernilai Jual Tinggi

SEJUK : Teti Herlina menunjukkan kain hasil ecoprint yang diproduksinya, Kamis (27/6).(Hendrik Muchlison)
SEJUK : Teti Herlina menunjukkan kain hasil ecoprint yang diproduksinya, Kamis (27/6).(Hendrik Muchlison)
0 Komentar

Namun bagi Teti, daun jati tetap yang paling menarik untuk ecoprint. Karena mampu menghasilkan warna yang mempesona. Makanya ia sering sekalian berburu daun jati ketika keluar kota.

Hari itu, Teti juga telah tuntas mengukus sejumlah kain hasil karyanya. Ia sengaja menyulap garasi rumahnya sebagai tempat produksi kain atau kulit ecoprint.

Setelah proses pengukusan, kain-kain itu bisa dibuka dan dilihat hasilnya. Biasanya, Teti tidak buru-buru dalam membuka hasil kukusan kain itu. Teti sengaja menikmati hasil karya itu.

Baca Juga:OJK Sorot Pinjol Ilegal di Jabar, Bahaya Privasi Mudah DiretasUpdate Kepokmas, Harga Cabai Kini Sentuh Rp78 Ribu Perkilo

Selain kain, ecoprint juga bisa diterapkan untuk kulit. Prosesnya secara umum tidak jauh berbeda. “Kalau kulit itu hasil warnanya lebih menawan,” sambung Teti.

0 Komentar