Terlebih, Asep menyebutkan, kebanyakan hewan jualannya dikirim langsung dari wilayah Pati, Jawa Tengah. Maka dari itu, hal yang paling ditakutkan olehnya yakni pemalsuan dokumen kesehatan hewan kurban tersebut.
“Sapi biasanya dikirim dari Pati, di Bandung sedikit penyuplai nya. Meskipun ada kaya hasil kesehatannya, saya takut dipalsukan aja. Meskipun sudah kerjasama lama, lagi kaya gini mah orang biasanya suka gelap mata,” katanya.
Maka dari itu, dirinya berharap, rencana bisa dilakukan secepatnya oleh Pemkot Bandung. Terlebih, Hari Raya Idul Adha tinggal menunggu waktu.
Baca Juga:Jelang Pilkada Serentak, Bawaslu Kabupaten Bandung Gencarkan Sosialisasi Cegah Mahar PolitikAncang-ancang Coklit, KPU Bersiap Rekrut Pantarlih
“Semoga sidaknya bisa sekarang-sekarang. Jadi kalau ada hewan kurban yang sakit bisa tanya juga gimana cara nanganinnya. Kita kan penjual ada target juga,” pungkasnya.
