JABAR EKSPRES – Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan mengungkap alasan pihaknya menguji standar operasional prosedur (SOP) di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Fitriandy menyampaikan, terdapat banyak satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di MPP, sehingga penting untuk menguji SOP kesiapsiagaannya.
Apalagi, dalam situasi bencana atau gempa bumi di MPP, tidak diperkenankan melewati pintu depan karena terdapat banyak kaca. Oleh karena itu, evakuasi harus dilakukan melalui basement atau pintu samping
Baca Juga:Dishub Kabupaten Bandung Gencarkan Penertiban Juru Parkir Liar dengan Koordinasi Satpol PPDitangkap di Bandung, Begini Tampang Pegi Kasus Pembunuhan Vina Cirebon
“Banyak SKPD berada di Mal Pelayanan Publik (MPP) sehingga tempat ini layak untuk diuji standar operasional prosedur (SOP) kesiapsiagaannya,” ucapnya saat ditemui wartawan usai simulasi kesiapsiagaan bencana di Gedung MPP, Rabu (22/5).
Ia menuturkan, Gedung MPP menjadi ikon Kota Cimahi selama setahun terakhir. Di sini, dilakukan pengujian terhadap SOP serta berbagai tugas dan peran yang ada.
“Karena pada saat terjadi gempa bumi kepanikan itu kan membuyarkan semua. Tapi karena ada SOP semua bisa berperan sesuai fungsinya masing-masing,” kata Andy.
Kendati demikian, Andy melanjutkan masyarakat, termasuk lembaga dan perkantoran, harus cermat dalam memitigasi kejadian tersebut.
“Program ‘RW Tanggap Bencana’ diluncurkan sebagai upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bencana,” paparnya.
Program Si Eman (Siaga Evakuasi Mandiri) diperkenalkan untuk mempromosikan kesadaran evakuasi mandiri dengan memanfaatkan kearifan lokal.
“Sehingga, dalam kejadian bencana yang terpenting adalah menyelamatkan diri sendiri sebetulnya. Tentunya dengan cara yang paling aman,” tandas Andy. (Mong)
