Gus Ahad Sarankan Penunjukan Komandan Baru Khusus PPDB, Sikapi Kadisdik yang Bakal Jadi Pj Kabupaten Cirebon

Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya atau Gus Ahad/
Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya atau Gus Ahad/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya mendorong Penjabat (Pj) Gubernur Jabar menunjuk komandan baru khusus Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024. Hal itu menyikapi kabar bahwa Kadisdik Jabar Wahyu Mijaya yang bakal dilantik sebagai Pj Bupati Cirebon.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menguraikan, kabar tersebut tentu menjadi sebuah kejutan bagi berbagai pihak. Mulai dari Pemprov, di Kabupaten Cirebon maupun di DPRD. “Ini kejutan juga, karena nama Pak Kadisdik tidak masuk yang diusulkan DPRD Cirebon maupun Provinsi,” tuturnya, Kamis (16/05).

Pria yang akrab disapa Gus Ahad itu melanjutkan, secara institusi tentunya ia mengucapkan selamat bertugas kepada Kadisdik Jabar. Kabupaten Cirebon juga memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR) untuk dituntaskan. Tidak terkecuali di bidang pendidikan. “SMA SMK blank zonasi juga masih banyak. Harapan kami bisa memberikan perbaikan. Khususnya di bidang pendidikan,” sambungnya.

Baca Juga:KPU Kota Bandung Lantik 150 PPK, Harap Junjung IntegritasPemerintah KBB Libatkan Ahli Geologi Kaji Lokasi Longsor di Gununghalu

Politikus dapil Karawang Purwakarta itu menambahkan, di sisi lain saat ini Provinsi tengah memiliki hajat besar. Yakni PPDB yang juga telah dimulai. Disdik Provinsi tentu menjadi ujung tombak dalam mensukseskan hajat besar itu.

PPDB menyangkut urusan yang juga luas. Termasuk menyangkut ratusan ribu calon siswa. Dalam prakteknya, PPDB selalu bergejolak di setiap tahunnya dengan berbagai polemiknya. Mulai dari masalah zonasi, alamat palsu hingga persoalan jual beli kursi. “Disdik ini jendralnya adalah Kadisdik (Wahyu Mijaya.red). Ketika dapat tugas Pj (Kab Cirebon.red) tentu akan berat,” sambungnya.

Gus Ahad menyarankan agar Pj Gubernur bisa menunjuk komandan tertinggi urusan PPDB guna menggantikan peran dari Kadisdik yang bakal dilantik sebagai Pj Kabupaten Cirebon. “Apapun namanya nanti, Plt atau yang lainnya. Yang jelas tidak cukup jika di tangan kadis atau kabid. Kalaupun Pak Wahyu rangkap jabatan dikhawatirkan akan terbengkalai salah satunya,” cetusnya.

Gus Ahad juga menyarankan komandan yang dimaksud adalah orang dari internal Disdik. Karena, PPDB itu membutuhkan pemahaman kondisi riel termasuk segudang peta permasalahannya selama ini.

0 Komentar