JABAR EKSPRES – Terapi Ortho K dikenal sebagai terapi pembentukan tulang kornea mata. Terapi ini dinilai dapat menghambat serta menurunkan pertumbuhan mata minus tanpa proses pembedahan.
Untuk metodenya, terapi ini menggunakan lensa kontak berbahan rigid gas permeable (RGP) yang digunakan pasien saat tidur minimal delapan jam per harinya. Lensa kontak Ortho K ini rupanya sudah teruji klinis. Tak hanya itu, terapi ini juga menjadi rekomendasi ahli kesehatan mata di beberapa negara maju, terutama pasien-pasien bermata minus atau silinder yang berusia 6-18 tahun.
Founder Vio Optical Clinic, Andri Agus Syah mengatakan sebagai pioneer terapi ortho k di Indonesia, pihaknya memiliki komitmen menyediakan solusi kesehatan mata terdepan dengan teknologi inovatif. Andri pun mengaku sebagai praktisi ortho k yang tersertifikasi secara Internasional dan bergelar fellow of the American Academy of Optometry (FAAO).
Baca Juga:Komeng dan Jihan Fahira Duduki Puncak Hasil Pleno Rekapitulasi KPU Kota BandungTingkat Kemiskinan di Kota Cimahi Masih Tinggi
“Keahlian ini tak sekedar memastikan penerapan teknologi ortho k dengan aman dan efektif tapi menjamin pasien mendapat penanganan tepat dari ahlinya. Vio sangat fokus pada kesehatan mata masyarakat Indonesia, karena visi kami membawakan inovasi terbaik supaya mereka bisa melihat lebih jelas,” katanya.
Semua layanan, alat pemeriksaan mata yang ada di sana sampai eyecare profesionalnya, lanjut Andri benar-benar sudah tersertifikasi dan memiliki kemampuan oke dalam menangani kesehatan mata pasien. Kalian pun bisa secara langsung mengakses https://viooptical.com/terapi-ortho-k-terapi-mata-minus .
Vio Optical Clinic berdiri sejak 2013 di bawah naungan Optometry Doctor lulusan Cebu Doctor University Philipine berpengalaman dan tersertifikasi FAAO, juga memiliki spesialisasi di bidang terapi penglihatan berskala Internasional.
