Para Pakar Selenggarakan Diskusi Publik Menjelang Debat Capres Terakhir Tentang Keadilan Agraria

Para Pakar Selenggarakan Diskusi Publik Menjelang Debat Capres Terakhir tentang Keadilan Agraria
PK-HASA menggelar diskusi publik bertajuk Menagih Janji Capres Menegakkan Keadilan Agraria untuk Kesejahteraan jelang Debat Capres terakhir, Jumat 2 Februari 2024. (Foto: Dok. PK-HASA)
0 Komentar

Aartje lebih lanjut menekankan bahwa menurut penelitian PK-HASA, pemerintah telah gagal dalam mengimplementasikan reformasi agraria.

Maraknya isu-isu terkait agraria di masyarakat, yang seringkali berujung pada tuntutan pidana, menyebabkan penderitaan di kalangan petani dan penggarap lahan.

“Salah satunya telah terjadi alih fungsi pertanian, sengketa, konflik tanah yang sangat merugikan masyarakat. Kemiskinan dan pengangguran dimana-mana. Pada akhirnya terjadi kesenjangan sosial sehingga ada ‘petani-petani berdasi’,” ucap Aartje.

Baca Juga:Keberpihakan Presiden Dipertanyakan, Begini Kata Para Kontestan dan Para PakarKPU: Pengamat Asing Bakal Pantau Pemilu dan Pilpres 2024

Aartje mengungkapkan kekecewaannya bahwa, menjelang pemilihan presiden, ketiga kandidat tidak cukup vokal dalam menyuarakan program reforma agraria mereka.

Sebagai Ketua Umum PK-HASA, ia menilai bahwa salah satu penyebab kemiskinan di Indonesia adalah lemahnya struktur reforma agraria.

“Rendahnya akses petani terhadap tanah dan belum optimalnya pendayagunaan sumber lahan sebagai sumber daya pertanian. Itu sangat lemah sekali,” pungkas Dosen di Universitas Kristen Indonesia itu.

0 Komentar