Tips Mencegah Stunting Pada Anak, Dimulai Sejak Dini!

Apa itu stunting? Ini tips mencegahnya sejak dini! (Foto : Freepik)
Apa itu stunting? Ini tips mencegahnya sejak dini! (Foto : Freepik)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Stunting menjadi salah satu kondisi kesehatan serius yang dialami banyak anak di Indonesia.

Stunting sendiri adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak berusia dibawah lima tahun (balita) akibat dari kekurangan asupan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak janin hingga anak berusia menginjak 23 bulan.

Sehingga dalam kondisi stunting, anak akan tumbuh lebih pendek dari anak-anak seusianya yang memiliki kondisi normal.

Baca Juga:Cara Mudah Download Status WhatsApp, Tanpa Aplikasi!Hati-Hati Oversharing di Media Sosial, Cek Bahayanya di Sini!

Selain itu, stunting dapat berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental.

Rendahnya kemampuan otak untuk belajar, serta resiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Di Indonesia sendiri, masih menjadi sebuah masalah yang harus segera ditangani dan dicegah.

Karena angka penderita stunting tergolong sangat tinggi, dengaan 3 dari 10 anak di Indonesia menjadi penderita stunting.

Untuk mencegah stunting, sang ibu perlu melakukan beberapa langkah pencegahan stunting. Dibawah ini, beberapa tips yang bisa diikuti untuk mencegah stunting pada anak.

Maksimalkan Nutrisi Sejak Kehamilan

Ibu hamil harus mendapatkan makanan yang cukup gizi, suplementasi zat gizi (tablet zat besi atau Fe) dan terpantau kesehatannya.

Pemberian ASI Ekslusif dan MPASI

ASI eksklusif sampai umur 6 bulan dan setelah umur 6 bulan dengan diberi makanan pendamping ASI (MPASI) yang cukup jumlah dan kualitasnya.

Baca Juga:Rahasia Tempe Tepung Kriuk dan Gurih, Yuk Coba!Trik Membuat Pisang Goreng Crispy yang Bikin Lidah Bergoyang, Cek Resepnya di Sini!

Salah satu fase penting untuk mencegah stunting pada balita adalah setelah masa kelahiran, terutama saat bayi berusia 6-11 bulan dan 12-23 bulan.

Karena pada fase ini, terjadi lonjakan stunting hingga 1,6 kali lipat, yakni 13,7 persen saat anak berusia 6-11 bulan dan 22,4 persen saat anak berusia 12-23 bulan.

Memahami Pentingnya Protein Hewani

Salah satu zat gizi yang harus ada dalam pemberian MPASI adalah protein hewani seperti daging, ikan, ayam, dan telur.

Karena pangan hewani mempunyai kandungan zat gizi yang lengkap, kaya protein, dan vitamin yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

0 Komentar