Menyikapi Tingginya Pengangguran, Disnaker Cimahi Lakukan Langkah ini

Menyikapi Tingginya Pengangguran, Disnaker Cimahi Lakukan Langkah ini
Doc. Kadisnaker Kota Cimahi, Asep Jayadi saat Menjelaskan Angka Pengangguran yang Masih Cukup Tinggi (Firman Satria/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) tengah menerapkan berbagai strategi guna mengurangi tingkat pengangguran yang masih cukup tinggi di Kota Cimahi.

Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Asep Jayadi, salah satu faktor utama adalah adanya kelumpuhan di semua sektor sejak mewabahnya pandemi Covid-19.

Asep menjelaskan, menurut BPS, angka pengangguran di Kota Cimahi diukur melalui survey ketenagakerjaan nasional yang dilaksanakan setiap tahun.

Baca Juga:Polemik Stadion Persib, Sidolig Minta Pemkot Bandung Kembalikan Hak KepemilikanPembahasan Penggabungan Empat BUMD Milik Pemprov Jabar Bakal Berbuntut Panjang

“Saat saya mengunjungi BPS, mereka melakukan teknik survei dengan mengambil sampel dari sekitar 60 RT dan kurang lebih 10 KK dari total 1850 RT yang ada,” terangnya.

“Tim surveyor juga ikut terlibat dalam pengumpulan data untuk menyusun hasil survei tersebut,” tambah Asep.

Pada tahun 2023, Asep menjelaskan tingkat pengangguran terbuka mencapai sekitar 10,52%, mewakili sekitar 33,192 orang. Hal ini perlu dicatat, angkatan kerja dan jumlah penduduk pada periode tersebut relatif kecil.

“Sehingga pembaginya pun kecil hasilnya lah seperti ini. Coba dibandingkan dengan Kota lain bahkan ada yang sampai ratusan dan ribuan,” tegas Asep.

Pada tahun 2022, hasil survei Survei Ketenagakerjaan Nasional mencatat penurunan sebesar 10,77%, melibatkan 34.536 orang, dibandingkan dengan tahun 2023.

“Strategi yang harus kita lakukan bahwa tingkat pengangguran ini masih cukup besar, salah satunya peningkatan mulai dari pendidikan atau pelatihan yang berbasis kompetensi,” papar Asep.

0 Komentar