Penurunan Produksi Cabai UMKM dan KWT Berseri Cigugur Tengah Kota Cimahi

Penurunan Produksi Cabai UMKM dan KWT Berseri Cigugur Tengah Kota Cimahi
Tanaman Cengek di Kampung Cengek, Cigugur Tengah, Kota Cimahi yang Masih dalam Tahap Pertumbuhan (Mong/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Saat disinggung mengenai harga cabai dan cengek yang masih cukup tinggi, Idar menerangkan bila sudah panen raya warga Cigugur dapat membeli dengan harga yang jauh lebih murah dari pasar.

Idar menerangkan, pihaknya masih belum bisa menjual beberapa jenis hasil panen karena ada beberapa indikasi yang ditakutkan, seperti terkena penyakit pada tanaman.

“Kalau untuk cengek yang kita jual, itu belum mengeluarkan cengek domba karena rawan penyakit kalau sekarang, kita ngeluarinnya cengek hijau tapi tidak produksinya terlalu banyak,” pungkasnya.

Baca Juga:Inflasi di KBB Belum Terkendali, Direktur Puskapolekbang Sebut Nasibnya Bisa Seperti Kota CimahiOperasi Gabungan Terhadap Pelanggaran Pemasangan APK di Tempat Terlarang

Terkait dengan pemberian pupuk, Idar mengatakan saat ini di lahan pertanian yang dikelola oleh KWT Berseri Cigugur Tengah sedang mencoba dengan menggunakan pupuk hasil produksi sendiri.

“Ini juga untuk pembelajaran juga dari pupuk produksi kita, jadi masih belum bisa di perkirakan harganya,” jelasnya.

Ketika ditanya seputar harga cabai dan cengek yang masih tinggi di pasaran, Idar menuturkan di wilayahnya harga cengek berkisar 5 ribu/ons. Akibat tingginya harga, membuat UMKM terutama Sambel Cengek kini membeli barang dari pasar.

“Orang lain 5 ribu/ons menjualnya, mungkin kita sama kan saja. Intinya disini harga Insyaallah akan di bawah pasar. Untuk UMKM juga waktu itu mengambil barang dari pasar dulu, soalnya kami masih penanaman ulang,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar