JABAR EKSPRES – Instalasi pengolahan air (IPA) Situbatu di Kecamatan Banjar kini sudah bisa beroperasi dan mendistribusikan air bersih ke sekitar 600 sambungan rumah (SR). Padahal, SPAM tersebut sebelumnya mangkrak dan tak beroperasi sejak didirikan tahun 2015. Hal itu terjadi buntut belum optimalnya intake Balokang Patrol yang dibangun satu tahun sebelumnya yakni pada tahun 2014.
Pasca pemasangan jaringan pipa dari Intake Balokang Patrol ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Situbatu tahap dua, kapasitas air bakunya mencapai 50 liter per detik.
“Jadi dari kapasitas 50 liter per-detik ini sudah bisa mendistribusikan untuk 4.000 sambungan rumah (SR), namun saat ini baru dimanfaatkan 600 SR,” katanya.
Baca Juga:Pelajar di Bogor yang Hendak Beli Pulsa, Disabet Sajam Hingga Tewas, Begini KronologisnyaTelan Dana Rp55 Miliar, Jembatan Citarum Dayeuhkolot Dibangun Tahun 2024
Ia bersyukur, berkat kerja kerasnya mengusulkan anggaran untuk pembangunan tahap dua pipa transmisi air baku Balokang Patrol, masyarakat di beberapa desa dan kelurahan di area cakupan jaringan pipa air bersih tersebut sudah bisa menikmati manfaatnya.
“Itu dibangun oleh BBWS Citanduy kemudian diserahkan ke Pemkot Banjar dan dikelola oleh Perumdam. Itu merupakan pelayanan air bersih untuk masyarakat di area Kecamatan Banjar,” kata pria yang akan mencalonkan diri menjadi Wali Kota Banjar pada Pilkada tahun 2024 mendatang.
Bahkan pengoperasian Intake Balokang Patrol dan IPA Situbatu tersebut, menjadi solusi untuk mencegah krisis air bersih saat musim kemarau. Dimana, Pemkot Banjar sendiri telah menetapkan wilayah tersebut Cibeureum, Balokang, Situbatu, dan Neglasari rawan kekeringan dan kesulitan air bersih.
