Dorong Penggunaan dan Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab Melalui Tindakan Kebijakan Berkelanjutan di Indonesia

Dorong Penggunaan dan Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab Melalui Tindakan Kebijakan Berkelanjutan di Indonesia
Dorong Penggunaan dan Pengembangan AI yang Bertanggung Jawab Melalui Tindakan Kebijakan Berkelanjutan di Indonesia. (Dok. Istimewa)
0 Komentar

 

Sementara itu, Ketua Tim Manajemen Keamanan Data dan Informasi BPSDM, Kautsarina memberikan persepsi tentang keamanan data di tengah era AI yang sedang naik daun.

“Memang seperti halnya teknologi yang lain selain dengan adanya kebermanfaatan ada risiko yang muncul, kita mencoba mendampingi dengan regulasi-regulasi atau kebijakan yang bisa melindungi hak subjek data, atau hak masyarakat Indonesia. Salah satunya dengan UU Data Pribadi dan turunannya yang masih dalam proses,” ujar Kautsarina.

Setelah pembukaan program AI Policy Makers Forum serta pelatihan yang digelar luring selama dua hari, para peserta akan mendapatkan pelatihan daring berupa pendalaman materi yang dijadwalkan selama tiga bulan, pada Desember 2023 hingga Februari 2024 mendatang.

Baca Juga:Sematkan 34 Baret, Kepala BNN RI: Simbol Peran Melawan Bandar-Bandar NarkotikaWali Kota Banjar: Pemenang Open Bidding DPMPTS Tidak Bisa Diganggu Gugat

Untuk menyelenggarakan program pelatihan AI Policy Makers Forum ini, GIZ menggandeng mitra implementasi lokal yaitu harapura impact, firma konsultan pengukuran dampak dan manajemen ekosistem pentahelix, dan AptaWorks, perusahaan IT yang memberikan solusi digital bagi perusahaan menengah dan multinasional.

Penutupan pelatihan ini sendiri juga akan diadakan secara luring di bulan Maret 2024. Diharapkan, rangkaian kegiatan ini dapat menjadi ruang pembelajaran dan berdiskusi lintas lembaga bagi perkembangan kecerdasan buatan yang baik di Indonesia. (*)

 

Laman:

1 2
0 Komentar