JABAR EKSPRES – Bentrok antara Laskar Manguni dan massa pro Palestina terjadi di Kota Bitung pada Sabtu, (25/11/2023).
Berdasarkan beberapa video yang beredar di media sosial Laskar Manguni diduga melakukan penyerangan terhadap massa aksi pro Palestina.
Akibat dari bentrokan tersebut ada tiga orang yang menjadi korban, satu meninggal dan dua luka-luka.
Baca Juga:Dampak Bentrokan di Bitung, Polisi Siaga 1 dan Perketat KeamananFPI Siaga Jihad! Buntut Serangan Laskar Kristen Manguni di Bitung
Umat Islam yang tak terima atas penyerangan yang terjadi di Bitung kemudian murka dan mengecam tindakan tersebut.
Berikut beberapa tanggapan umat Islam:
1. Tameng Adat Borneo
Sehubungan dengan terjadinya serangan kelompok oknum Laskar Adat Manguni terhadap peserta aksi damai untuk solidaritas Palestina pada Sabtu 25 November 2023 di Kota Bitung, Suwalesi Utara.
Kami dari lembaga dewan pimpinan wilayah Tameng Adat Borneo Pasukan Merah, Kabupaten Berau:
1. Mendukung penuh aksi damai umat Islam untuk solidaritas Palestina yang dilaksanakan oleh umat Islam di Bitung, karena sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 dan sejalan dengan kebijakan luar negeri Republik Indonesia, sehingga aksi tersebut legal dan konstitusional yang dilindungi oleh hukum.
4. Kami mengimbau kepada warga Berau untuk tetap menjaga situasi yang kondusif, humanis antar kerukunan suku dan umat agama di Kabupaten Berau.
Kami berharap permasalahan kejadian di Kota Bitung, Sulawesi Utara cepat selesai sehingga situasi kembali aman dan kondusif.
2. Persaudaraan Muslim Balikpapan
Kecaman lain disampaikan oleh Persaudaraan Muslim Balikpapan yang menyatakan sikap atas aksi penyerangan yang dilakukan oleh ormas yang mengaku sebagai Laskar Manguni atau Laskar Kristen Manguni terhadap aksi solidaritas muslim Bitung pada 25 November 2023.
