Kota Bogor berada di urutan pertama tingkat pengangguran di Jawa dengan nilai 10,78 persen. Kemudian di posisi kedua diduduki Kota Cimahi dengan nilai 10,77 persen dan ketiga, ada wilayah Kabupaten Bogor dengan nilai 10,64 persen.
Dedie A. Rachim membenarkan hal itu. Namun dirinya menegaskan, bahwa data tersebut merupakan hasil survei jumlah pengangguran terbuka yang dinilai pasca pandemi Covid-19 dua tahun silam.
“Kalau tidak salah tahun 2021. Pada saat itu baru selesai pandemi, tetapi setelah 2021 pasca pandemi, kita kan banyak melakukan langkah-langkah terutama membuka lapangan pekerjaan melalui kemudahan berusaha di Kota Bogor,” ungkapnya kepada Jabar Ekspres pada Selasa, 21 November 2023.
Baca Juga:Gara-gara Hal Ini Jasad TKW Asal Banjar Dimakamkan di Malaysia Jokowi Tanggapi Penetapan Ketua KPK Firli Bahuri Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Meski begitu, pihaknya merasa tidak perlu ada yang ditutupi terkait jumlah angka pengangguran dan sudah sepatutnya menjadi konsumsi publik.
“Kota Bogor ini kan kalau dari sisi data selalu akurat ya, selalu menyampaikan data sesuai dengan fakta, tidak ada yang ditutup-tutupi. Jadi artinya ya itu adalah realitas yang ada yang kemudian harus jadi pemicu bagi pemerintah dan juga sektor swasta untuk bangkit berkembang, membuka lapangan pekerjaan dan memudahkan kesempatan berusaha bagi semua orang,” beber Dedie. (YUD)
