Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah, SMPN 8 Cimahi Berdayakan Siswa Mengekspresikan Aspirasi Lewat Tulisan

Cegah Bullying di Lingkungan Sekolah, SMPN 8 Cimahi Berdayakan Siswa Mengekspresikan Aspirasi Lewat Tulisan
Ilustrasi interaksi antar siswa SMP. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Tindak lanjutnya para guru review kembali, bersama koordinator dan para agen. Bila terjadi tindakan bullying, akan disampaikan di forum para guru.

“Tindak lanjutnya kita review kembali bersama tim fasilitator guru dengan para agen, jadi ketika ini terjadi dapat memahami karena kebetulan mereka masih kelas 7, kita sampaikan pada guru di forum,” kata Mulyani.

Tindakan bullying yang biasa terjadi pada siswa SMPN 8, merupakan bullying secara non verbal dengan menyebutkan nama orang tua. Tindakan guru, menyelipkan pendidikan agama untuk membentuk kembali moral pada anak.

Baca Juga:Satpol PP Bandung Persilakan Parpol Ambil Lagi APK yang Sudah DitertibkanBPK Temukan 80 Paket Pengadaan Langsung di Sekretariat DPRD Jabar Mencurigakan

“Ada 3 tingkatan, karena kelas 7 itu sedang P5 jadi mereka lebih pada berbicara pada Kesiswaan. Kami berkoordinasi dengan wali kelasnya untuk menghimbau pada siswa kelasnya. Mulai berkurang semenjak program sudah kami lakukan, kami pun bertanya pada anak-anak terkait tindakan apa yang dilakukan pelaku (perundungan) tersebut,” ucapnya.

“Misalnya mereka mengadukan pada guru apa yang terjadi, kata anak-anak yang sering dialami jenisnya verbal dengan menyebutkan nama orang tua. Jadi itu terlalu sering, dan reaksi anak-anak karena mungkin sudah kesal mereka balik mengejeknya. Kami masukan unsur agama agar mereka paham akan bahayanya perbuatan tidak baik tersebut,” imbuh Mulyani. (Firman)

0 Komentar