Bandung Lautan Sampah, Kang Pisman ke Mana?

Bandung Lautan Sampah, Kang Pisman ke Mana?
Ils. Salah satu implementasi program Kang Pisman, memisahkan dan memanfaatkan sampah anorganik menjadi ecobrick di kawasan Cisurupan, Kota Bandung. (Pandu Muslim/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Koordinator Kaukus Aktivis Lingkungan Bandung (KALB) Dadang Hermawan, menyebutkan bahwa kebakaran Sarimukti dan menumpuknya sampah di Bandung Raya menyebabkan kepanikan. Dari pihak masyarakat, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, maupun DLH Kota Bandung.

Dadang Hermawan, akrab disapa Utun, mengungkapkan bahwa pemerintah gagal mengatasi persoalan sampah. Pasalnya, Kang Pisman, program unggulan untuk menanggulangi permasalahan sampah di Kota Bandung, tidak berjalan dengan baik saat ini.

“Kenapa sekarang menjadi panik sampah di mana-mana? Berarti program Kang Pisman itu gagal,” cetusnya.

Baca Juga:Rute Penerbangan Pindah ke Kertajati, Kadisbudpar: Gak MasalahVideo Asusila Diduga ODGJ di Pinggir Jalan, Pemkot Bandung Beri Tanggapan

Utun juga menjelaskan, seharusnya sampah itu harus bisa semaksimal mungkin beres di hulu, bukan di rumah tangga. Sampah harusnya dapat terselesaikan di skala RW, kelurahan, kecamatan, berdasarkan potensi timbulan sampah dan potensi ruang untuk mengelola sampahnya.

“Maka yang dibuang ke TPA itu tinggal reduksinya atau abunya. Kemudian ada pendekatan jadi magot, jadi kompos, jadi media tanam, dan lain-lain,” pungkasnya. (ped)

0 Komentar