JABAR EKSPRES, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung sepertinya masih belum optimal dalam menggunakan kucuran anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan masalah sampah. Padahal, DPRD Kota Bandung sudah membuka kran BTT cukup lebar untuk bisa segera menuntaskan masalah sampah itu.
Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan saat Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Sampah di Jabar di Kantor DPRD Jabar, Rabu 25 Oktober 2023. “Kami sudah beri ruang untuk DLH (untuk penggunaan BTT). Tapi sepertinya belum optimal. Baru terserap sekitar Rp 10 miliar,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru menggunakan BTT untuk belanja sejumlah mesin dan beberapa kebutuhan lain. Seperti belanja untuk mesin gibrik atau pencacah dan loader.
Baca Juga:Cawapres Cak Imin Sapa Petani di Desa Jagapura Lor Kabupaten Cirebon, ini TujuannyaBelasan Eks Napiter di Kabupaten Cirebon Deklarasi Pemilu Damai 2024
Di sisi lain, aspirasi yang ditampung, masyarakat membutuhkan sejumlah perlengkapan pengelolaan sampah di tingkat RW atau kelurahan. Misalnya mesin pencacah mini, atau sarana pengkomposan mini.
Sementara itu, Kasi di DLH Kota Bandung Deti mengakui bahwa Kota Bandung memang belum siap strategi alternatif mengatasi sampah ketika ada kedaruratan di TPA Sarimukti. Hal itu terbukti ketika terjadi musibah kebakaran di TPA Sarimukti. “Sekitar 80 sampai 81 persen memang sampah Kota dibuang ke TPA,” katanya.
Deti melanjutkan, bahkan saat ini beberapa sampah di kota nampak bersih. Padahal sampah – sampah itu menumpul di TPS. “Sebanyak 255 TPS Overload. Bahkan masih ada 37 ribu ton sampah masih tertahan,”sambungnya.
Deti menerangkan, 37 ribu ton sampah itu adalah sampah – sampah lama yang terakumilatif sejak kejadian musibah kebakaran TPA Sarimukti. “Sekarang kelihatannya bersih, tapi sampah – sampah penuh di TPS,” cetusnya.(son)
