DLH Kota Bandung Masih Enggan Pakai BTT untuk Atasi Sampah, 37 Ribu Sampah Lama Tertahan

JABAR EKSPRES, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung sepertinya masih belum optimal dalam menggunakan kucuran anggaran Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan masalah sampah. Padahal, DPRD Kota Bandung sudah membuka kran BTT cukup lebar untuk bisa segera menuntaskan masalah sampah itu.

Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan saat Focus Group Discussion (FGD) Pengelolaan Sampah di Jabar di Kantor DPRD Jabar, Rabu 25 Oktober 2023. “Kami sudah beri ruang untuk DLH (untuk penggunaan BTT). Tapi sepertinya belum optimal. Baru terserap sekitar Rp 10 miliar,” jelasnya.

Tedy melanjutkan, BTT Kota Bandung dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan kali ini dirancang sekitar Rp 35,8 miliar. Itu sebagai dana jika terjadi kegawat daruratan salah satunya masalah sampah seperti yang terjadi saat ini.

Baca juga: Proses Pengelolaan Legok Nangka Terkendala Pembentukan BUP, DLH Jabar: Masih Panjang Ceritanya

Menurut Tedy, untuk mengatasi masalah sampah saat ini memang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Selain peran serta seluruh stakeholder di Kota Bandung. Makanya BTT bisa menjadi salah satu solusi kebutuhan anggaran.

Dalam pelaksanaannya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) baru menggunakan BTT untuk belanja sejumlah mesin dan beberapa kebutuhan lain. Seperti belanja untuk mesin gibrik atau pencacah dan loader.

Di sisi lain, aspirasi yang ditampung, masyarakat membutuhkan sejumlah perlengkapan pengelolaan sampah di tingkat RW atau kelurahan. Misalnya mesin pencacah mini, atau sarana pengkomposan mini.

Sementara itu, Kasi di DLH Kota Bandung Deti mengakui bahwa Kota Bandung memang belum siap strategi alternatif mengatasi sampah ketika ada kedaruratan di TPA Sarimukti. Hal itu terbukti ketika terjadi musibah kebakaran di TPA Sarimukti. “Sekitar 80 sampai 81 persen memang sampah Kota dibuang ke TPA,” katanya.

Deti melanjutkan, bahkan saat ini beberapa sampah di kota nampak bersih. Padahal sampah – sampah itu menumpul di TPS. “Sebanyak 255 TPS Overload. Bahkan masih ada 37 ribu ton sampah masih tertahan,”sambungnya.

Deti menerangkan, 37 ribu ton sampah itu adalah sampah – sampah lama yang terakumilatif sejak kejadian musibah kebakaran TPA Sarimukti. “Sekarang kelihatannya bersih, tapi sampah – sampah penuh di TPS,” cetusnya.(son)

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan