JABAR EKSPRES – Penyakit difteri merupakan kasus yang tengah merebak di Indonesia. Lantaran, penyakit tersebut telah tersebar di sejumlah daerah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, agar masyarakat segera melakukan vaksinasi difteri lengkap. Hal ini berguna untuk meminimalisir gejala penyakit difteri.
Dirinya menganjurkan agar melakukan vaksinasi guna menciptakan sistem kekebalan tubuh.
“Biasanya difteri lebih mudah terjadi pada daerah yang cakupan vaksinnya tidak tinggi dan tidak merata. Kenapa vaksin? karena vaksin melindungi diri kita dan orang di sekitar kita,” ujar Ngabila yang juga Kepala Seksi Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta itu.
Baca Juga:Perumdam Tirta Anom Kota Banjar Perbaiki Jaringan Distribusi Air Minum, Begini DampaknyaPencabutan Keanggotaan DPR Fraksi PKB Edward Tannur, Buntut Kasus GRT Aniaya Kekasihnya
Ngabila memaparkan, sistem kekebalan suatu kelompok sebaiknya bisa dibentuk guna melindungi kelompok yang memiliki kecenderungan imunitas rendah, antara lain para lansia, ibu hamil, anak-anak, dan orang dengan komorbid.
Maka dari itu, dr. Ngabila mengimbau agar masyarakat segera melakukan vaksinasi difteri guna pencegahan pertama.
Selanjutnya, vaksin difteri diberikan beberapa kali, masing-masing kepada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan, usia balita (18 bulan), saat menginjak kelas 2 dan 5 sekolah dasar (SD), serta vaksin penguat atau tambahan pada perempuan dengan usia produktif (15-39 tahun).
“Imunisasi adalah cara mudah dan gratis untuk mencegah 30 penyakit menular dan wabah, dengan efektivitas di atas 95 persen,” pungkasnya.
