“Sudah ada solusi untuk keduanya namun dari sisi anggaran pembangunannya masih terkendala. Belum bisa direalisasikan,” sambungnya dia.
Surdam menjelaskan, selain dua sekolah tadi, Sudah ada beberapa sekolah di Kota Banjar yang aset lahannya bulan milik Dinas Pendidikan.
Pihaknya akan melakukan musyawarah intens dengan pemilik lahan seperti pemerintah desa agar bisa dilaksanakan hibah lahan. Karena masih banyaknya aset sekolah yang bukan milik Dinas Pendidikan.
Baca Juga:Rumah Lansia Jompo Ambruk Akibat Pergeseran Tanah di CiamisHasil Elektabilitas Posisi Terbawah, Anies Tanggapi dengan Santai
“Tentu akan mengganggu proses pendidikan jika ada kendala dalam aset, contohnya yang dua sekolah ini. Pemilik aset ingin segera mengambil alih. Sementara kita belum siap untuk membangunan ruang kelas penggantinya,” pungkasnya.
